Menteri ESDM Jero Wacik (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. FOTO : Andika Wahyu/ANTARA
Kriteria pemilihan pejabat eselon I sama dengan cara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih menterinya.

Jakarta -
Ada yang menarik dalam acara pelantikan pejabat struktural eselon I dan eselon II Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Suasana serius tanpa santai berlangsung selama prosesi pelantikan itu.

Menteri ESDM Jero Wacik berpesan agar jajarannya fokus bekerja tidak terpengaruh hiruk pikuk politik.

"Saya diwarisi pejabat eselon I yang usainya sama sehingga pensiunnya bersamaan. Ada sembilan eselon I yang pensiun bersamaan. Apa tidak pusing menterinya. Menterinya baru lagi," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dalam sambutannya di Jakarta, Kamis (31/1).

Jero menceritakan, kriteria pemilihan pejabat eselon I sama dengan cara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih menterinya. Kriteria itu antara lain memiliki integritas tinggi sehingga tidak mudah terpengaruh pihak luar.

"Jadi kalau diperintahkan A, ya (lakukan) A. Kalau saudara lakukan Z maka tunggu saja akan keluar revisi SK (Surat Keputusan). Kalau saudara baik maka akan selamat sampai pensiun," kata Jero yang disambut tawa tamu undangan dan pejabat ESDM.

Kriteria kedua, lanjut Jero, memiliki kapabilitas, pengalaman, dan pendidikan yang mumpuni. Hal lain adalah  akseptabilitas, sehingga mampu diterima di lingkungan kerja masing-masing.

"Tak kenal maka tak sayang. Saya ketika jadi menteri, ada yang takut. Tapi setelah kenal, oke juga," canda Jero yang kembali disambut tawa.

Syarat terakhir, kata Jero yakni faktor usia. Dia ingin Menteri ESDM selanjutnya tidak akan bernasib sama seperti dirinya. Pusing mencari pengganti pejabat yang memasuki masa pensiun.

"Saya cari yang pensiunnya tidak sama. Ada yang usianya 49 dan 58. Yang usianya 58, kalau baik, bisa sama-sama saya sampai 2014 berhentinya," kata Jero yang kembali membuat yang hadir di acara pelantikan tertawa.

Dalam acara pelantikan itu, Jero meminta sektor ESDM tidak terpengaruh pergantian pucuk pemerintahan jelang 2014. Meski Jero mengakui dirinya dari partai politik, namun mantan Menteri Pariwisata ini tetap memprioritaskan tugasnya sebagai menteri.

"Hari Sabtu-Minggu, resmikan proyek merupakan tugas utama saya. Politik nomor dua. Satu setengah tahun akan berhasil kalau kita fokus. Jangan terpengaruh hiruk pikuk politik. Saudara bukan dari partai politik maka kerjalah fokus," ujar Jero yang disambut tepuk tangan.

Berdasarkan Keputusan Presiden tanggal 25 Januari 2013, 7 pejabat eselon I itu yakni Mochtar Husein menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian ESDM. Dia sebelumnya menjabat Direktur PLP Bidang Kesejahteraan Rakyat di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

A. Edy Hermantoro sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Rida Mulyana sebagai Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan konservasi Energi. Jabatan sebelumnya Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasana Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.

F.X. Sutijastoto sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM. Jabatan sebelumnya Staf Ahli Bidang Investasi dan Produksi.

Hadi Purnomo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional. Jabatan sebelumnya Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan.

I Gusti Nyoman Wiratmadja sebagai Staf Ahli Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis. Jabatan sebelumnya Guru Besar Institut Teknologi Bandung.

Djadjang Sukarna sebagai Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan. Jabatan sebelumnya Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konsevasi Energi.


Penulis: