BeritaSatu.com

Hidup Anda bisa seindah pelangi
Jika Anda pandai mewarnai.
Kami datang setiap hitungan detik,
membawa aneka ragam informasi.

Beritasatu.com mewarnai hidup Anda
dengan informasi aktual-penuh makna.
Beritasatu.com sumber informasi terpercaya.
Close
Beritasatu menerima blog karya Anda. Kirimkan ke blog@beritasatu.com

Anak

Senin, 27 Maret 2017 | 09:00

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang ibu yang menceritakan tentang situasi kota yang ditinggalinya di salah satu daerah di Jawa Barat. Sangat miris memang ketika ibu ini bercerita bagaimana di kota itu kejahatan narkoba dan seks bebas begitu merajalela. Anak-anak di bawah umur hidup dalam lingkungan narkoba, perlakuan keras orangtua, tekanan hidup karena perekonomian yang akhirnya menjerumuskan mereka ke dalam pergaulan yang salah. Dan yang sangat membuat hati saya sedih adalah saat sang ibu dengan sangat sedih menceritakan bahwa anak semata wayangnya sendiri ternyata diketahui ikut mengkonsumsi narkoba karena pengaruh teman-temannya yang berkata: “Nggak keren kalo nggak ikutan nyobain”. Dan saya bertambah syok saat sang ibu sambil meneteskan air mata bercerita tentang keponakannya yang baru berumur 16 tahun tapi sudah menjadi PSK di salah satu club hiburan terkenal di ibukota. Ia kabur dari orangtua karena sering dipukuli.

Apakah sebenarnya arti anak bagi kita orangtua? Sebagian besar orang mengatakan bahwa anak adalah anugerah terindah dari Tuhan, bahkan ada pula pasangan suami istri yang rela menhabiskan uang hingga ratusan juta demi mendapatkan anak lewat berbagai program. Tapi masih ada juga orangtua yang menyia-nyiakan keberadaan anak yang sudah dititipkan Tuhan kepada mereka, dengan tidak memperhatikan tumbuh kembang sang anak, dengan alasan sibuk mencari nafkah, tidak punya waktu atau sudah merasa mencukupi segala keperluan fisik sang anak lewat limpahan materi atau malah ada yang berpendapat bahwa anak menjadi pengekang kebebasan bagi orangtua.

Dari sekian banyak anak anak yang saya tanyakan, apa sih yang sebenarnya mereka harapkan dari orang tuanya? Uang? Rumah mewah? Mobil bagus? Harta berlimpah? Ternyata bukan itu jawaban mereka. Harapan mereka ternyata hampir sama. Mereka hanya menginginkan kasih sayang, perhatian, perlindungan, pujian, waktu berkualitas bersama keluarga, dimana semua hal itu tak bisa dibeli atau dinilai dengan uang.
Sebagai orangtua sudah sepantasnyalah kita mengetahui hal hal apa saja yang menjadi tantangan bagi anak-anak kita yang hidup di jaman milenial ini.

Berdasarkan hasil penelitian, ada 3 tantangan besar yang menjadi ciri anak-anak dimasa ini, yaitu :

1. Penampilan Lahiriah.
Anak jaman sekarang jauh lebih peduli pada penampilan fisik mereka, terutama pada usia remaja. Berbagai jenis ketakutan mulai muncul dalam hati dan pikiran mereka. Takut gemuk, takut dibilang bodoh, takut kelihatan jelek, takut dibilang tidak modis dan masih banyak lagi. Menjaga penampilan itu memang perlu, namun mengagungkan penampilan semata itu amatlah berbahaya. Sejak kecil, kita harus menanamkan nilai-nilai kepada anak, bahwa harga dirinya bukan berasal dari kecantikan, ketampanan, kepandaian atau kekayaan, melainkan dari akhlak dan budi pekerti yang baik.

2. Minim Kerohanian.
Anak-anak jaman sekarang harus diajarkan dengan sungguh-sungguh untuk memiliki hubungan yang dekat dan mengenal Sang Pencipta dengan baik. Dengan demikian mereka tidak memiliki ketertarikan yang terlalu besar, atau tidak mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.

3. Kekurangan Teladan
Bicara tentang role model, peran orangtua sangatlah berpengaruh. Hasil survey di Amerika mencatat sebuah dampak bagi anak dari orangtua yang memiliki keadaan sebagai berikut:
- Bila ayah dan ibu tidak setia beribadah, maka kerohanian anak-anak mereka hanya 6%.
- Bila hanya ibu yang tekun beribadah, kerohanian anak menjadi 15%.
- Bila ayah yang tekun beribadah, kerohanian anak menjadi 55%.
- Namun bila ayah dan ibu tekun beribadah, maka keadaan kerohanian anak akan mencapai angka 90%.

Dari sini dapat kita lihat, peran orangtua sangat berdampak dalam memberikan teladan bagi anak. Anak-anak yang hidup dalam kondisi kerohanian yang baik akan bertumbuh menjadi anak-anak yang tidak mudah terkena dampak negatif dari lingkungan sekitarnya.

Tekun beribadah, selalu mendampingi anak-anak dalam proses tumbuh kembang mereka, memberikan waktu untuk mendengarkan cerita-cerita mereka, memberikan pujian dan semangat serta memeluk anak-anak dalam setiap kesempatan akan membuat mereka merasa nyaman dan terhindar dari pengaruh negatif dari lingkungan sekitar. Bila anak berbuat salah, orangtua wajib menegur dengan ketegasan yang berlandaskan cinta kasih, bukan dengan amarah, pukulan atau cacian.

Ciptakanlah senantiasa rasa nyaman yang dibalut ketegasan ini bila anda ingin melihat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang baik dan membanggakan. Ingat, cinta kasih anda sebagai orangtua akan jauh lebih berarti dibandingkan harta kekayaan, kedudukan, uang, ketenaran atau apapun di dunia ini. Mari belajar mengasihi anak-anak kita dengan penuh rasa syukur dan cinta.

Blog Author
Cynthia Abadi Lie
Cynthia Abadi Lie
FOF Indonesia Ambassador
Cynthia Lie Abadi adalah salah satu Focus on Family (FOF) Indonesia ambassador. Istri dan ibu dua anak jebolan Akuntansi Universitas Tarumanegara Jakarta ini menjabat sebagai sekertaris dalam FOF Indonesia Ambassador.
Total post : 3 | lihat semua post