Sabtu dua pekan yang lalu, saya dan keluarga pergi ke sebuah mal yang sering dijadikan tempat nongkrong di daerah Senayan. Ketika sedang window shopping, entah dari mana datangnya tiba-tiba saja terlintas ide ayah saya untuk  pergi ke bioskop yang terletak di lantai paling atas mal tersebut.

Awalnya sih memang tidal ada niat untuk nonton, tetapi setelah dipikirkan kembali, akhirnya kami cukup tertarik dengan iklan film layar lebar yang berjudul Journey 2 the Mysterious Island.

Judul film tersebut, meskipun agar terkesan aneh karena penggunaan angka 2 untuk menggantikan kata to dalam abjad Bahasa Inggris terdengar tidak asing lagi karena seingat saya sebelumnya juga ada film yang menggunakan awalan Journey to the Center of the Earth.

Alhasil,kami memesan tiga tiket dewasa (dan tiket hanya tersedia untuk film 3D) dan kemudian harus menunggu sekitar satu setengah jam sebelum pemutaran film dimulai.

Harus saya akui berbeda dari sekuel sebelumnya yang dirilis pada tahun 2008, karya sutradara Brad Peyton ini menurut saya cukup menghibur. Kenapa? Berikut beberapa aspek yang saya kira perlu disimak dengan saksama.

Bicara soal grafis, Journey 2 the Mysterious Island bisa dibilang sudah lebih smooth atau ‘halus’ dibandingkan seri pertamanya. Aktor dan aktris pemainnya pun bisa menghayati peran masing-masing dan terbilang sudah ternama, seperti Dwayne Johnson, Vanessa Hudgens, dan Luis Guzman. Namun masih ada beberapa kekurangan yang berakibat fatal seiring jalannya cerita.

Plot kurang disajikan dengan baik dari awal hingga akhir film sehingga membuat cerita kurang menarik. Jalan cerita juga mudah ditebak. Sekumpulan orang yang tersesat di pulau misterius, mencari jalan keluar karena pulau tersebut akan tenggelam.

Sebenarnya  sekuel pertama serial Journey (saya menyebutnya begitu) juga kurang lebih sama, hanya saja pada Journey 1 dapat dikemas dengan baik sehingga menarik perhatian penonton merasa ‘terlibat dan ikut serta’ di dalam film tersebut.

Alih–alih sisi plus dan minusnya film Journey 2 the Mysterious Island masih dapat dinikmati dengan keluarga jika ada waktu luang di hari libur.