BeritaSatu.com

Hidup Anda bisa seindah pelangi
Jika Anda pandai mewarnai.
Kami datang setiap hitungan detik,
membawa aneka ragam informasi.

Beritasatu.com mewarnai hidup Anda
dengan informasi aktual-penuh makna.
Beritasatu.com sumber informasi terpercaya.
Close
Beritasatu menerima blog karya Anda. Kirimkan ke blog@beritasatu.com

Jen Chang, Duncan Jenkins, dan Skandal PR Liverpool

Senin, 15 Oktober 2012 | 11:33

Sebagai sebuah media sosial yang bagi kebanyakan orang fungsinya hanya untuk “main-main”, efek yang bisa ditimbulkan oleh Twitter begitu luar biasa. Pada Pilkada DKI yang baru saja dilangsungkan bulan lalu, kita bisa melihat bagaimana akun Twitter seperti @TrioMacan2000 membuat kehebohan di sana sini dengan menyebarkan twit-twit yang bagi sebagian orang dianggap bagian dari black campaign.

Keresahan terhadap sepak terjang @TrioMacan2000 bahkan dirasakan oleh beberapa politisi yang namanya disebut-sebut oleh akun tersebut. Sampai terbetik kabar bahwa beberapa orang yang terusik melakukan investigasi perihal siapa sebenarnya orang yang berada di belakang akun @TrioMacan2000.

Keresahan yang ditimbulkan akibat sepak terjang sebuah akun Twitter juga terjadi dalam sepak bola Inggris. Pekan lalu tersiar kabar bahwa Direktur Komunikasi Liverpool, Jen Chang, mengancam dan meneror orang di balik akun @DuncanJenkinsFC setelah merasa bahwa akun tersebut merugikan Liverpool secara material.

Berita tersebut menyeruak setelah operator di balik akun @DuncanJenkinsFC memposting sebuah artikel blog yang bercerita tentang pertemuannya dengan Chang yang bekas wartawan Sports Illustrated  itu.

Duncan Jenkins adalah sebuah karakter fiktif yang digambarkan sebagai seorang jurnalis olahraga yang mengklaim memiliki  banyak informan di banyak klub sehingga rutin mengirimkan twit yang dianggap sebagai rumor transfer dan sebagainya.

Identitas operator akun ini masih tertutup dari publik sampai saat ini, tapi  @DuncanJenkinsFC telah menjadi buah bibir bagi kalangan penggila sepak bola yang terlalu banyak waktu luang di Inggris.

Twit-twit @DuncanJenkinsFC dianggap sebagai informasi A1, bahkan banyak jurnalis sepak bola pemalas menulis artikel soal gosip transfer sepak bola hanya berdasarkan dari twit Duncan Jenkins. Pengaruh Duncan Jenkins sangat besar, sampai-sampai  ketika Euro 2012 kemarin ia mendapat kolom profesional di Goal.com

Pada jendela transfer pertama musim ini, Duncan Jenkins mendapat tambahan kredibilitas yang besar setelah ia secara tepat mengabarkan bahwa Liverpool akan mendatangkan Nuri Sahin dan Fabio Borini. Bahkan ia bertaruh, jika Sahin tak mendarat di Anfield, ia akan menutup akunnya. Sahin dan Borini pada akhirnya memang berbaju Liverpool,  tapi rupanya itu menjadi awal masalah.

Pada suatu hari, tanpa diduga operator akun Duncan Jenkins mendapat DM dari Jen Chang di akun Twitter milik pribadi (bukan akun @DuncanJenkinsFC). Chang mendapatkan identitas orang di belakang @DuncanJenkinsFC berkat investigasi yang dilakukannya. Lalu Chang mengajak Duncan Jenkins untuk bertemu di sebuah sudut di Manchester dan membicarakan duduk persoalan.

Chang mengklaim bahwa sepak terjang @DuncanJenkinsFC telah merugikan Liverpool, terutama dalam kasus Borini. Chang mengatakan bahwa akibat twit yang memberitakan bahwa Borini akan pindah ke Liverpool sebelum berita tersebut resmi tersiar, Liverpool terpaksa membayar 300.000 pounds lebih banyak dari harga yang disepakati sebelumnya dengan AS Roma, yang kaget kenapa berita tersebut bisa bocor.

Chang menuding bahwa Duncan Jenkins memiliki informan dalam organisasi Liverpool dan ia menuntut untuk diberikan nama.

Duncan Jenkins mengatakan bahwa ia tidak memiliki informan di Liverpool dan twit-twitnya murni spekulasi belaka. Chang tidak percaya, tapi sebagai kompensasi kerugian yang diderita Liverpool, ia menuntut @DuncanJenkinsFC untuk mentwit secara resmi bahwa ia tidak memiliki informan di Liverpool dan semua hal yang dilakukan Duncan Jenkins selama ini hanyalah lelucon.

Duncan Jenkins mengaku bahwa Chang mengancam akan membuat hidupnya susah jika tidak melakukan apa yang dituntut. Ia bilang bahwa Chang akan mengerahkan segala jurnalis dan media untuk merugikan usaha bisnis online ayahnya, akan mengarahkan para suporter Liverpool yang marah untuk meneror rumahnya sampai ia harus pindah rumah, dan akan melarangnya seumur hidup untuk datang ke Anfield.

Menolak untuk diintimidasi, Duncan Jenkins tidak melakukan tuntutan Chang yang membuat Direktur Komunikasi Liverpool ini berang. Tapi beberapa hari kemudian, ada pihak ketiga yang menginformasikan kepada Duncan Jenkins bahwa Chang telah menarik semua ancamannya. Mungkin Chang sadar bahwa apa yang dilakukannya bisa merusak citra dirinya dan klub, tapi terlambat karena Duncan Jenkins telah menuliskan apa yang dilakukan Chang di blognya.

Insiden ini dipandang sebagai satu lagi skandal PR yang menyangkut Liverpool setelah sebelumnya respon klub tersebut terhadap kasus Luis Suarez – dengan memakai t-shirt bergambar dirinya – dianggap blunder.

Ironisnya, Chang yang baru diangkat beberapa bulan lalu ditugaskan agar Liverpool tidak mengambil langkah PR yang salah lagi usai kasus Suarez.

Kejadian ini memicu beberapa opini. Yang pertama soal kredibilitas @DuncanJenkinsFC. Jelas bahwa akun ini adalah akun parodi, sarana untuk bercanda. Ia sendiri bilang bahwa twit-twitnya hanya spekulasi belaka. Apa yang menjamin bahwa cerita tentang Chang ini bukan karangan untuk mencari sensasi?

Jawabannya adalah karena bila Chang sudah tahu tentang identitasnya,  Duncan Jenkins tak akan mengambil resiko untuk mengarang sesuatu yang tidak benar hanya untuk publisitas.

Dalam blognya, Duncan Jenkins menunjukkan screenshot dari email-email Chang yang dikirimkan padanya. Bukti yang kuat bahwa memang ada percakapan antara dirinya dan Chang.

Yang kedua adalah soal klaim bahwa @DuncanJenkinsFC telah merugikan Liverpool secara material akibat twitnya. Jika memang demikian, maka luar biasa sekali pengaruh Twitter sampai sebuah perjanjian bisnis yang sudah deal harus diubah lagi karena sebuah twit dari akun pseudonym.

Chang mengatakan bahwa setiap @DuncanJenkinsFC mentwit soal Liverpool, ada sekitar 50-60 jurnalis yang meneleponnya untuk follow-up. Chang mengatakan bahwa uang 300.000 pounds yang dibayarkan ekstra oleh Liverpool lebih baik digunakan untuk amal. Agak lucu memang, Liverpool meributkan uang 300.000 pounds yang terbuang sementara uang 35 juta pounds untuk..... sudahlah.

Komentar
Artikel ini belum lengkap tanpa pendapat Anda. Kirim komentar Anda.
Loading komentar...
Blog Author
Pangeran Siahaan
Pangeran Siahaan
Pecinta Sepak Bola
Cita-citanya yang tidak kesampaian untuk menjadi pemain sepakbola memaksanya untuk menendang bola melalui kata-kata. Jika Anda tertarik pada hal-hal seperti St. Pauli FC, Brian Clough, dan masa depan formasi 4-2-3-1, maka Pangeran adalah orang yang tepat diajak bicara. Ia adalah koresponden sepakbola Indonesia untuk Press Association dan kontributor di blog The Jakarta Globe. Saat sedang tidak sibuk menonton sepakbola, Pangeran bisa didapati sedang menulis skrip acara TV Provocative Proactive tempat ia menjabat sebagai Chief Creative Writer.
Total post : 163 | lihat semua post
Video Musik Pertama Dari Luar Angkasa
Astronot Kanada Chris Hadfield membawakan cover lagu David Bowie berjudul Space Oddity di Stasiun Luar Angkasa Internasional