BeritaSatu.com

Hidup Anda bisa seindah pelangi
Jika Anda pandai mewarnai.
Kami datang setiap hitungan detik,
membawa aneka ragam informasi.

Beritasatu.com mewarnai hidup Anda
dengan informasi aktual-penuh makna.
Beritasatu.com sumber informasi terpercaya.
Close
    Beritasatu menerima blog karya Anda. Kirimkan ke blog@beritasatu.com

    Mengapa Pemain Asing Antusias Bermain di Indonesia

    Selasa, 04 Desember 2012 | 11:57

    Ketika PSSI mengizinkan kembali pemain asing berlaga di dalam liga sepak bola Indonesia, pada tahun 1993-an, puluhan pemain asing dari berbagai benua seperti Amerika Latin, Afrika, Eropa, dan Asia, langsung menyerbu klub-klub yang ada. Gelombang pertama dari pemain asing yang masuk ke Indonesia ini bukan main-main yakni pemain Kamerun yang bintangnya cemerlang saat di Piala Dunia tahun 1990 di Italia, Roger Milla, yang bermain di Pelita Jaya.

    Dalam gelombang selanjutnya, pemain asing tidak hanya bermain di  divisi utama atau primer namun juga bermain di divisi I. Dengan semakin profesionalis dan liberalnya liga, jumlah pemain asing semakin membludak, dalam satu klub bisa ada tiga pemain asing sehingga bisa dikatakan mereka menjadi lebih dominan.

    Saking lamanya pemain asing merumput di liga sepak bola Indonesia membuat mereka menjadi jatuh cinta kepada negeri ini sehingga mereka berprinsip kalau di Indonesia saja sudah enak dan dipuja-puja mengapa harus kembali ke negara asalnya yang di sana belum tentu mendapat pekerjaan yang layak dan dieluelukan oleh publik.

    Dari alasan itu beberapa pemain melakukan naturalisasi. Dengan berubah statusnya menjadi warga negara Indonesia, seperti Cristian Gonzales, ia tidak hanya membela klub profesional namun juga membela Tim Nasional Indonesia.

    Dari perkembangan waktu, liga sepak bola Indonesia menjadi penuh gebyar dan bisa dikatakan menjadi liga sepak bola terbaik dan termeriah di Asia Tenggara. Ibarat lampu dan laron, maka liga sepak bola Indonesia menjadi lampu dan mampu menarik laron-laron pemain sepak bola di mana pun.

    Mengapa liga sepakbola Indonesia menjadi suatu hal yang menarik bagi banyak pemain di berbagai belahan benua untuk bisa merumput di sini? Faktornya, pertama, bisa dikatakan bayaran untuk pemain asing relatif tinggi sehingga sebagai pemain profesional mana pun dan siapa pun memandang hal ini merupakan sebuah peluang untuk memperoleh uang yang melimpah.

    Sehingga banyak pemain dari Eropa, Australia, dan kawasan Timur Tengah berbondong-bondong untuk bisa menjalin kontrak dengan klub yang ada. Misalnya saja Van Dijk pemain dari Adelaide United, Australia, sepertinya memilih Persib Bandung untuk melabuh setelah tidak bermain di Adelaide United.

    Tentu pertimbangan Van Dijk sudi bergabung dengan Persib salah satu pertimbangannya adalah kecocokan soal bayaran. Demikian pula banyak pemain yang pernah merumput di Liga Primer Inggris mau bermain di salah satu liga di Indonesia juga dilandasi cocoknya nilai transfer.

    Kedua, bermain di Indonesia juga membuka peluang bagi pemain asing untuk bisa menjadi pemain tim nasional. Gencarnya PSSI menempuh jalan instan untuk meraih prestasi dilakukan dengan naturalisasi. Hal demikian menjadi peluang bagi pemain asing yang ingin menjadi pemain nasional sebuah negara.

    Meski bukan asli tanah kelahirannya namun menjadi pemain nasioanl bagi pemain asing adalah hal yang membanggakan karena selain prestise juga mendapat berbagai fasilitas. Tak heran banyak pemain asing yang merumput di Indonesia bercita-cita menjadi pemain nasional. Mereka yang melakukan hal yang demikian seperti Cristian Gonzales, Fictor Igbonefo, dan Greg Nwokolo.

    Ketiga, karena bayaran yang tinggi maka pemain-pemain yang mempunyai pengalaman dan nama di liga-liga primer di negara Eropa mau merumput di Indonesia. Mereka yang kontraknya yang tidak diperpanjang di liga-liga Eropa karena faktor umur memilih bermain di Indonesia karena bayarannya tinggi dan uang kontrak digunakan untuk uang ‘pensiun’ alias untuk mempersiapkan hari tuanya.

    Sedang klub Indonesia memilih pemain walaupun sudah tua karena kepincut dengan pengalaman dan namanya. Jadi ada rasa saling membutuhkan antara klub di Indonesia dan para pemain itu. Di satu sisi pemain pemain tua masih menginginkan duit, di sisi lain klub Indonesia membutuhkan pemain yang memiliki kualitas meski staminya sudah mulai menurun.  

    Keempat, antusiasnya penonton di liga sepak bola Indonesia juga menjadi magnet bagi para pemain asing. Pemain Tim Nasional Singapura dan Malaysia ngebet bermain di Indonesia, faktornya selain soal bayaran yang tinggi juga karena antusiasnya suporter klub. Meriahnya suasana di stadion dengan hadirnya puluhan ribu penonton ternyata menjadi salah satu spirit bagi pemain untuk bermain bagus.

    Meriahnya suasana di dalam stadion, dengan teriakan dan nyanyian suporter, hal demikian tidak ditemui di liga sepak bola Singapura dan Malaysia sehingga liga yang ada dirasa kurang memiliki greget. Pengalaman pemain nasional dari Singapura dan Malaysia yang pernah merumput di Indonesia mengatakan meriahnya dukungan suporter itulah yang membuat mereka senang bermain di Indonesia.

    Bila PSSI membuat peraturan membolehkan pemain asing sebebas-bebasnya, ya kita hormati. Hal demikian bisa jadi sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi sepakbola di Indonesia, namun yang harus diingatkan adalah bagaimana proses itu tidak hanya menguntungkan pemain secara individu. Kita harus dorong dan ingatkan bahwa pemain asing harus mau melakukan transfer skill.

    Sangat disayangkan bila banyak pemain asing dan liga sepakbola sangat meriah namun kualitas pemain Indonesia dan tim nasionalnya memble. Hal demikian menunjukkan tidak imbangnya antara liga sepa kbola yang ada dan pembentukan tim nasional.

    Hal demikian sudah dialami oleh Inggris. Liga Primer Inggris menjadi liga terbaik di dunia namun Tim Nasional Inggris hanya besar namanya namun tidak mempunyai prestasi yang hebat.

    Blog Author
    Ardi Winangun
    Ardi Winangun
    Pengamat Sosial-Politik
    Penulis adalah pengamat politik dan penggemar sepak bola.
    Total post : 27 | lihat semua post
    Close Ads