Banyak yang mengatakan bahwa seseorang belum dikatakan telah datang ke New York, Amerika Serikat, kalau tidak menyaksikan salah satu pertunjukan di teater Broadway.
Pertunjukan drama musikal yang ditawarkan oleh Winter Garden Theater - salah satu dari puluhan panggung teater profesional yang berada di Manhattan, New York - adalah Mamma Mia! besutan Phyllida Llyod, sutradara teater, opera, dan film televisi asal Inggris yang pernah masuk nominasi Tony Awards, penghargaan tertinggi karya teater Broadway, dalam kategori Sutradara Terbaik atas produksinya untuk pementasan Mary Stuart.
Awal bulan Oktober ini Jakarta Globe mendapatkan kesempatan untuk menonton pementasan drama musikal tersebut di teater yang beralamat di 1634 Broadway, atas undangan Kementerian Luar Negeri AS untuk mengalami sebagian budaya Amerika dalam International Visitor Leadership Program tentang "Peran Media Dalam Memperkuat Demokrasi" yang diadakan di Washington, DC dan New York.
Operet Mamma Mia! menceritakan tentang kebingungan Donna, seorang ibu yang tinggal di sebuah pulau di Yunani dalam menghadapi pernikahan putrinya, Sophie.
Salah satu yang diinginkan oleh Sophie untuk hari pernikahannya dengan tunangannya, Sky, adalah ditemani sang ayah berjalan menuju altar pernikahan, namun Sophie tidak tahu pasti siapa ayahnya setelah membaca buku harian ibunya yang menceritakan tentang tiga orang pria yang pernah dipacari sang ibu dan masing-masing mempunyai kemungkinan sebagai ayah kandungnya.
Kisah ibu dan putrinya ini ditulis oleh penulis naskah teater Catherine Johnson dan diiringi sajian 22 lagu-lagu dari grup musik legendaris asal Swedia, ABBA, seperti "Dancing Queen", "I Have A Dream", "Chiquitta", "Mamma Mia", "Thank You For The Music", dan "The Winner Takes It All" karya personel ABBA Benny Andersson dan Bjorn Ulvalues.
Pementasan tersebut dibuka dengan prolog yang menceritakan kegalauan Sophie sesudah dalam mencari ayahnya sekitar tiga bulan sebelum pernikahannya. Tanpa diketahui ibunya, Sophie mengirim undangan pernikahannya ke tiga pria yang diceritakan sang ibu dalam buku hariannya.
Sehari sebelum pernikahannya, ketiga pria tersebut datang namun Sophie, yang sebelumnya yakin akan bisa langsung mengenali yang mana ayahnya bila sudah bertemu langsung, menjadi bingung dengan situasi tersebut. Aksi terakhir dalam pementasan tersebut menceritakan tentang kejadian pada hari pernikahan dan siapa dari tiga mantan pacar ibunya yang menjadi menemani Sophie berjalan menuju altar pernikahan.
Dengan suguhan tata musikal yang energik dan koreografi yang menarik, pementasan Mamma Mia! menjadi pengalaman menonton panggung Broadway yang tidak dapat dilupakan.
Pada akhir pertunjukkan penonton disuguhi dengan tarian musikal diiringi oleh lagu-lagi "Mamma Mia", "Dancing Queen", dan "Waterloo" yang membuat suasana semakin hidup dan penonton bangkit dari kursinya untuk bergoyang dan berdansa mengikuti lagu-lagu yang dinamis itu.
Pementasan operet Mamma Mia! di Winter Garden Theatre dapat disaksikan dengan tiket mulai harga 62.75 dollar AS. Berdurasi dua jam 30 menit dengan sekali interval selama 15 menit, pementasan ini diadakan sehari sekali pada pukul 20.00 di hari Senin, Rabu, Kamis dan Jum'at dan dua kali sehari pada pukul 14.00 dan 20.00 di hari Sabtu dan pada jam 14.00 dan 20.00 di hari Minggu. Preview pementasan ini telah berlangsung sejak 5 Oktober dan malam pembukaan diadakan pada 18 Oktober.
Drama musikal lainnya yang sedang menjalani musim pementasan di berbagai panggung Broadway pada bulan Oktober 2011 antara lain adalah The Lion King, yang diadopsi dari film animasi berjudul sama produksi Disney tahun 1994, di Minskoff Theatre, Follies di Marquis Theatre, Mary Poppins di New Amsterdam Theatre, Wicked di Gershwin Theatre, dan The Phantom of the Opera di Majestic Theatre.







