Sebuah miniatur bangunan wihara yang diperkirakan peninggalan China ditemukan warga Dusun Cawangbaru, Kelurahan Muarasiban, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Senin (23/1).
Miniatur wihara tersebut berukuran lebar sekitar 15 cm dengan panjang 30 cm, terbuat dari susunan batu mirip marmer, dipenuhi lapisan tembaga, pirit, dan kuningan seperti emas. Beratnya sekitar 3 kg.
Miniatur tersebut terdiri dari bangunan utama menyerupai wihara, dikelilingi pagar berukir huruf China dan di pintu gerbang terdapat 2 arca mirip singa.
"Kami menemukan miniatur bangunan mirip wihara ini di daerah Bukit Kayu Manis, di Kecamatan Dempo Utara, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman atau dua jam berjalan kaki menaiki perbukitan," kata Sastra, warga setempat.
Penemuan benda itu terjadi ketika warga sedang melakukan pencarian emas di daerah Bukit Kayu Manis. Di antara rentuhan batu campur tanah itu ditemukan bongkahan miniatur wihara tersebut.
"Warga saat ini sedang dihebohkan dengan keberadaan emas di Bukit Kayu Manis, sehingga beramai-ramai melakukan pencarian termasuk pemecahan dan penggalian batu gunung," kata dia lagi.
Sedangkan pada bangunan miniatur mirip wihara yang ditemukan, kata dia, semua bagian terdapat kilauan dan butiran mirip mutiara dan intan.
Kepala Bidang Aset Sejarah Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kota Pagaralam, M Helmi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan tentang adanya penemuan benda bersejarah yang mirip bangunan berasal dari China tersebut.
"Memang cukup banyak penemuan benada bersejarah di Pagaralam, seperti arca, megalit, keris, patung Buddha, dan termasuk kramik peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya," kata dia.
Penemuan itu, kata Helmi, tentunya akan menambah perbendaharaan jumlah peninggalan sejarah yang berhasil diungkap.
"Kita akan berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Palembang dan BP3 Jambi untuk melakukan penelitian semua benda yang berhasil ditemukan, termasuk miniatur vihara tersebut," ujar dia.
Peneliti Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti mengatakan memang penemuan benda bersejarah di Pagaralam cukup banyak termasuk benda-benda berupa miniatur wihara, keramik, dan patung Buddha.
"Namun berbagai penemuan masih perlu dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian lebih lanjut, untuk mengetahui seluk-beluk batu megalit yang mirip bangunan China tersebut termasuk tahun dibuat dan peninggalan zaman apa," ujar dia.
Demikian juga dengan penemuan goa dan ranjang batu beberapa waktu lalu masih perlu pembuktian secara ilmiah melalui penelitan dan bukti lainnya seperti sisa-sisa arang, subsistensi makanan, aktivitas penguburan, aktivitas perbengkelan, pembuatan alat batu, dan peralatan manusia berupa alat-alat zaman lithik.





