"Haters", Gangguan Saat Bangun "Personal Branding"

Dya Loretta (dua dari kiri), penulis buku"It's Me! Super Brand Diri untuk Jadi Beda" (Beritasatu.com/Kharina Triananda)

Oleh: Kharina Triananda / JAS | Senin, 17 Agustus 2015 | 23:24 WIB

Jakarta - Pendiri komunitas Marketing Komunikasi dan Advertising serta We are Brand Agency, Dya Loretta, mengungkapkan adanya potensi gangguan haters bagi anak muda yang sedang melakukan personal branding, terutama melalui media jejaring sosial. Hal itu diungkapkan dalam buku terbarunya yang bertajuk It's Me! Super Brand Diri untuk Jadi Beda.

"Haters adalah hal yang paling mengerikan buat siapa pun yang membangun melakukan personal branding yang bisa berujung ke cyber bullying. Sasaran haters bisa mengalami gangguan mental, seperti depresi saat menghadapi haters," imbuh Dya pada peluncuran awal buku karyanya tersebut di Jakarta, Senin (17/8).

Di dalam buku yang ditujukan kepada anak muda (13-25 tahun) sebagai target pembacanya, Dya mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah harus bisa menerima dulu bahwa memang pasti ada yang tidak suka dengan diri kita di dunia maya.

"Karena haters ini bisa berujung ke gangguan mental, makanya perlu bimbingan, teman berbagi, dan kedewasaan. Go straight saja, anggap saja angin lalu, karena siapa pun pasti pernah mendapatkan komentar kurang enak. Makanya dalam buku ini saya lebih berbagi untuk tidak takut kalau tidak disukai," tandasnya.

Dilanjutkan Dya, ia juga mengatakan pentingnya teman berbagi saat menghadapi haters di dunia maya. Hal itu dikarenakan saat membangun sebuah personal brand itu setiap orang tidak hanya membicarakan dirinya sendiri, tapi juga orang lain yang juga membentuk brand tersebut ada. Dengan begitu, seseorang bisa dengan bijaksana menghadapi haters di dunia maya.

"Kita punya image yang timbulnya di benak orang lain, tapi yang menstimulusnya tetap kita," katanya.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT