Salah satu adegan The Phantom of The Opera
Salah satu adegan The Phantom of The Opera (sumber: istimewa)

Hadirnya The Phantom of The Opera di tengah-tengah pecinta drama musikal tanah air pada tanggal 14 Februari 2012 hingga 4 Maret 2012 akan terasa istimewa.


Pasalnya pihak promotor akan menjanjikan kemegahan dari segi cerita, panggung, tata cahaya, dan tata suara. "Produksi The Phantom of The Opera ini American original version, jenisnya broadway. Ada banyak backdrop, equipment, rumah-rumah, jembatan dan yang lainnya. Panggung harus expand, karena konstruksinya lumayan banyak. Sebagai perbandingan, kalau konser biasanya persiapan satu-dua hari, kalau ini tujuh sampai delapan hari," kata Michael Rusli selaku President Director BD Next Entertainment saat dijumpai di acara jumpa pers The Phantom of The Opera di Balai Kartini, Jakarta sore ini.


"Properti mewah, produksi gede, dan biaya yang disediakan cukup mahal. Cukup untuk memuaskan para penggemar drama musikal," tambahnya.


Bagi pihak penyelenggara, kesulitan bukan terletak pada pelayanan pihak kru The Phantom of The Opera, tapi justru di pencarian alat untuk mendukung acara ini.


"Yang lebih sulit sebenarnya persiapan alat-alat yang cocok untuk teater, karena di Indonesia itu kebanyakan untuk konser. Waktu yang dibutuhkan tiga bulan untuk cari equipment," ucap Michael.


Dari segi tata suara, Conrad selaku Sound Engineer menjanjikan sesuatu yang spesial nanti saat drama dimainkan. "Pengalaman baru buat kita, nanti tata suaranya akan menggunakan sistem 7.1. Kalo bioskop 5.1, ini 7.1," jelas Conrad di sela-sela jumpa pers The Phantom of The Opera.


Diakui pihak promotor, mendatangkan tim drama musikal legendaris ini memang bisa dikatakan perjudian buat mereka. Hal ini dikarenakan minat masyarakat untuk menyaksikan show ini tak seantusias ketika mereka mengadakan konser. "Kita dari bulan Oktober mengadakan polling di publik apa mereka tertarik kalau kita mau mengadakan teater, dan teater apa yang mereka mau. Salah satu yang punya nama dan yang dikenal ya The Phantom of The Opera, jadi lumayan banyak permintaannya, akhirnya kita putuskan untuk datangkan mereka," papar Michael.

 

"Ini pertama kali original production. Dari segi bisnis taking risk sebenarnya. Kita lihat dari respon minggu pertama dan kedua dulu, kita nggak menutup kemungkinan extend. Tapi mesti tanya sama produser dulu untuk hal itu," tutupnya.