Gedung Bentara Budaya

Karya seni rupa yang ditampilkan bernuansa spiritual sesuaiajaran agama Hindu.

Pameran tersebut mengambil tema LocalKnowledge, Reposisi Bahasa RupaTradisi Bali. Karya-karya itu hasilkreativitas para perupa yang belajar secara mandiri.

"Ada 10 senimanyang memamerkan karyanya yang spektakuler melalui karya seni di atas kanvashingga material kayu," kata I Wayan Seriyoga Parta, penulis katalog pameran,hari ini.

Ia mengemukakan sejumlah karya yang menggambarkan tempat suci dekat denganpasar, wayang bruk, Ramayana, reaksi makrokosmos di dalam mikrokosmos, lingga-yoni, dan karyalainnya memberikan nuansa lain daripada yang lain.

Para seniman itu, kata pengajar UniversitasNegeri Gorontalo itu, sejak kecil sudah belajar mengukir atau belajar membuatpatung dan menggambar wayang secara nyantrik dari pendahulunya.

Dari proses itu, mereka mengembangkan bahasa rupa yang lebih menampilkanekspresi pribadi.

"Mereka tak mau berhenti hanya mengulang ulang seni rupa yang diwarisi secarakolektif, seperti mengembangkan pergaulan seniman," katanya.

Dengan pergaulan itu munculah energi baru yang membuat mereka intensifmengembangkan bahasa seni rupa yang bernilai bagi perkembangan seni rupa.

Salah seorang seniman lukis, I Made Sukanta Wahyu mengatakan kayu bukan hanyamaterial berupa material fisik saja, tetapi di dalam kayu itu terdapat roh jugayang bisa diajak berkomunikasi lagi bagi yang memiliki kepekaan supranatural.

Penulis: