Ilustrasi bulutangkis.

Bali - Guna mendukung upaya mendapatkan bibit-bibit pebulutangkis berprestasi, salah satu pilar usaha Sinar Mas yang bergerak di bidang pulp & paper yaitu Asia Pulp & Paper (APP) kembali menggelar turnamen SIDY Cup 2013 di Bali.

Turnamen Sidu Cup sendiri, sejatinya telah diselenggarakan secara simultan oleh Sinar Dunia sejak tahun 2010 yang lalu.

Tahun ini merupakan gelaran Sidu Cup keempat yang diselenggarakan.
Tentu saja, upaya untuk mendapatkan bibit unggul atlet bulutangkis, tak bisa dilakukan sendiri oleh APP.

"Beruntung SIDU CUP mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan lain seperti Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Komunitas Bulutangkis Indonesia yang dipimpin pemain legendaris Tan Joe Hok,” ujar Suhendra Wiriadinata, Direktur Corporate Affairs and Communication APP, di Jakarta, Selasa (30/4) dalam siaran tertulisnya.

Turnamen ini diselenggarakan untuk pelajar tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dan telah menjadi agenda pertandingan tahunan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia(PBSI).

Sebelumnya, pada tanggal 1 April 2013, telah ditandatangani nota kesepahaman antara APP, PBSI, dan Kemdikbud untuk mendorong kemajuan bulutangkis Indonesia melalui Turnamen SIDU Cup.

Sementara itu dijelaskan Lina Lim Direktur Pemasaran PT. Cakrawala Mega Indah (CMI), melalui turnamen ini, CMI dan APP ingin mendorong para pelajar SD dan SMP termotivasi untuk menjadi "Sang Juara" sesuai tagline Buku Tulis Sinar Dunia (Sidu) yakni Buku Tulis Sang Juara.

"Di sini, kami ingin berkontribusi untuk mewadahi atlet-atlet mudah agar dapat menunjukkan prestasi,” sambung Lina Lim.

"Akhirnya, kami berharap turnamen ini akan menghasilkan bibit-bibit pebulutangkis yang nantinya mengharumkan nama bangsa di dunia internasional,” lanjut Suhendra.

Ia juga menjelaskan bahwa Sidu Cup merupakan wujud komitmen APP dalam menjalankan corporate social responsibility di bidang pendidikan dan olah raga. Sekaligus memberikan alternatif kegiatan yang positif bagi kalangan pelajar.

Sejak diselenggarakan pada 2010, lalu Sidu Cup terus menunjukkan signifikansinya. Dari hanya satu kota penyelenggaraan menjadi sembilan pada 2012 dan sepuluh kota pada tahun ini. Jumlah hadiah dan pesertanya pun terus bertambah.

Pada tahun 2010 hadiah disediakan sebesar Rp 60 juta dan pada tahun ini menjadi total Rp 1 miliar. Sedangkan peserta dari 650 siswa pada tahun 2010 menjadi hampir 6000 pada tahun 2012 dan ditargetkan akan diikuti 10 ribu peserta pada tahun 2013. Dengan demikian budget penyelenggaraan kejuaraan ini juga akan jauh lebih besar daripada kejuaraan di tahun-tahun lalu.

Turnamen yang memperebutkan Piala Gita Wirjawan ini sudah dimulai di Jakarta pada tanggal 2-6 April lalu. Selanjutnya, Bali menjadi kota kedua dimulainya lanjutan Sidu Cup 2013 , yang diadakan pada tanggal 26-30 April. Masih ada 8 kota yang akan menjadi tempat dilangsungkannya SIDU CUP 2013 yaitu Solo, Pekanbaru, Bandung, Banjarmasin, Manado, Makassar, Palembang, dan Surabaya. Sementara grand final akan berlangsung di Jakarta pada bulan November 2013..

Hadir dalam acara SIDU CUP di Bali Ketua Umum KONI Bali I Gusti Bagus Alit Putra, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Drs. A. A. Ngr. Gde Sujaya, M.Pd, dan Wakil Gubernur A. A. G. N. Puspayoga.

“Kami berharap dengan adanya turnamen ini maka akan lahir pebulutangkis-pebulutangkis kelas dunia yang berasal dari Bali,” jelas Puspayoga.

Suara Pembaruan

Penulis: H-15/FER

Sumber:Suara Pembaruan