Pemain ganda campuran Indonesia Tantowi Ahmad (belakang) dan Liliyana Natsir mengembalikan bola ketika menghadapi pasangan India Arun Vishnu - Apama Balan dalam babak penyisishan grup Piala Sudirman di Stadion Putra, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (20/5).

Jakarta - Perhelatan Djarum Indonesia Open (DIO) 2013 sudah di depan mata. Namun, sebelum menggelar babak utama pada Selasa (11/6) besok, turnamen berhadiah AS$700.000 ini akan menghelat babak kualifikasi yang dimulai Senin (10/6) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Bertindak sebagai tuan rumah, kontingen "Merah Putih" ditargetkan bisa memberikan gelar pada banyak nomor. Di antara lima nomor yang dipertandingkan, PBSI telah menyatakan akan mengandalkan ganda campuran dan ganda putra untuk bisa merengkuh titel juara.

Namun, secercah harapan juga terlihat di nomor ganda putri setelah pasangan Nitya Krishinda/Greysia Polii tampil sebagai juara di turnamen Thailand Terbuka, Minggu (9/6). Di final, mereka mengalahkan pasangan Jepang, Yuriko Miki/Koharu Yonemoto 21-7, 21-13.

Sedangkan, pada nomor tunggal putra dan putri diprediksi akan berat untuk menyabet medali. Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyatakan sudah siap fisik dan mental menghadapi pertandingan perdana kontra ganda Denmark Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl.

"Kita harus siap dari babak awal. Seperti main di final saja, karena batu sandungan bukan hanya datang dari pemain unggulan, tapi juga dari non-unggulan," kata Liliyana seusai melakukan sesi latihan di Jakarta, Minggu (9/6).

Pasangan ganda campuran tiga dunia ini juga memiliki tambahan motivasi tersendiri, karena Tontowi/Liliyana tercatat dua kali terjungkal di babak final pada dua edisi DIO sebelumnya. "Apalagi kita tuan rumah, pasti diharapkan juga dari mix double," tandasnya.

Tidak hanya nomor ganda campuran yang akan menjadi tumpuan meraih juara, ganda putra pun ditargetkan meraih hasil serupa melalui pasangan Angga Pratama/Ryan Agung Saputro. Namun, pasangan yang tengah naik daun ini dipastikan harus bekerja keras sejak babak pertama, karena mereka akan menghadapi pasangan Taiwan
Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin --yang pernah mengalahkan mereka di turnamen Swiss Terbuka pada Maret lalu.

"Kami main di kandang sendiri, dan akan menguntungkan secara mental. Mudah-mudahan dengan dukungan suporter kami bisa main lepas. Kami berusaha main maksimal saja," kata Angga.

Hal sebaliknya terjadi di nomor tunggal. Pelatih Kepala Tunggal Putri Pelatnas PBSI Liong Chiu Shia menyatakan anak-anak asuhnya hanya menargetkan untuk mencari pengalaman pada DIO tahun ini.

"Untuk tunggal putri tidak ada beban. Kami hanya menekankan untuk tidak kalah di babak-babak awal sehingga bisa menimba pengalaman di sini," ucapnya.

Pada tunggal putra, kabar mengejutkan datang dari Simon Santoso. Peringkat 29 dunia ini mengalami cedera pinggang, sehingga mengundurkan diri pada tahun ini. Dengan demikian, Indonesia menyisakan empat pebulutangkis di nomor tunggal putra, yaitu Sony Dwi Kuncoro, Tommy Sugiarto, Dionisius Hayom Rumbaka, dan pemain non-pelatnas Taufik Hidayat.

Suara Pembaruan

Penulis: H-16/NAD

Sumber:Suara Pembaruan