Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan - Hendra Setiawan, juara ganda putera Djarum Indonesia Open 2013 di Istora Senayan, Jakarta.

Jakarta - Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, berhasil meraih juara di Djarum Indonesia Open (DIO) Super Series 2013. Kini, mereka membidik target lebih tinggi, yakni mencoba menggaet trofi Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, China, pada 5-11 Agustus mendatang.

Ahsan/Hendra menjadi satu-satunya wakil tim Merah Putih yang berhasil meraih medali, usai mengandaskan pasangan Korea Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae dengan dua game langsung 21-14, 21-18, dalam partai final di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (16/6).

"Hari ini (kemarin) kami bermain cukup baik. Kami beserta pelatih memang sudah mempelajari permainan lawan. Dengan keberhasilan ini, kami ingin meraih hasil lebih baik di Kejuaraan Dunia. Kami targetkan bisa menjadi juara," ujar Hendra.

Namun, sebelum turun di China, Ahsan/Hendra akan terlebih dahulu berlaga di Singapura Terbuka yang berlangsung pada 18-26 Juni 2013. "Setelah Indonesia Open, kami persiapkan untuk turun di Singapura. Dan, target untuk Kejuaraan Dunia. Setelah pulang dari Singapura, kami punya waktu efektif untuk latihan selama lima minggu," kata pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Cipayung, Herry Iman Pirngadi.

Menurut Herry, selain menargetkan menjadi jawara Kejuaraan Dunia 2013, Ahsan/Hendra juga ditargetkan untuk bisa naik di ranking dunia. Saat ini, pasangan Indonesia itu berada di peringkat 13, serta diprediksi akan dapat naik ke ranking 7 dunia pada akhir tahun.

"Setelah menang di DIO tahun ini, poin mereka akan nambah 11.000. Perkiraan, pada akhir tahun, mereka bisa naik ke ranking tujuh atau delapan. Tahun ini sendiri akan ada sembilan turnamen," ucapnya.

Sementara, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky menyatakan, tugas berat selanjutnya bagi atlet Indonesia memang adalah Kejuaraan Dunia. Ia pun berharap para pemain berlatih lebih giat, karena turnamen itu merupakan target besar lainnya bagi PBSI, setelah Piala Sudirman.

"Saya mau persiapan yang optimal di Kejuaraan Dunia, karena kami cukup berpeluang untuk meruntuhkan dominasi Tiongkok (China)," kata Rexy.

Di lain pihak, meski Indonesia hanya menempatkan satu wakil di babak final DIO 2013, Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan mengaku puas dengan penampilan para pemain. Indikasi tersebut dilihat Gita dari kemenangan yang diraih Tommy Sugiarto atas pebulu tangkis nomor dua dunia asal China, Chen Long, serta ganda putri yang bisa menembus perempat final.

Namun, Gita mengaku berharap sektor lain bisa lebih berkembang. Sedangkan soal kegagalan Indonesia merebut nomor di ganda campuran seperti yang telah ditargetkan, ia menyatakan hal itu lebih karena faktor beban (mental) yang ditanggung oleh Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

"Mereka (Owi/Butet) mungkin terbebani target harus selalu menang. Ke depannya, sektor lain juga harus diberi beban juara juga," ujar Gita.

Seperti diketahui, selain Hendra/Ahsan, juara DIO 2013 didominasi pebulu tangkis China yang merebut tiga gelar. Ketiga nomor yang mereka kuasai itu yakni pada ganda putri melalui Bao Yixin/Cheng Shu, tunggal putri lewat Li Xuerui, dan ganda campuran lewat Zhang Nan/Zhao Yunlei. Sedangkan sektor tunggal putra menjadi milik pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, yang mengandaskan pemain Jerman, Marc Zwiebler, dengan 21-15, 21-14.

Suara Pembaruan

Penulis: H-16

Sumber:Suara Pembaruan