ILustrasi: Bulutangkis
“Mereka ini adalah harapan Indonesia di masa depan."
 
Tim bulutangkis Indonesia menelan kekalahan 0-3 dari tim Korea di perebutan tempat ketiga, Kejuaraan Dunia Junior di Chiba, Jepang, baru-baru ini. Dengan demikian, pasukan muda Cipayung harus puas dengan posisi keempat di kejuaraan dua tahunan ini.
 
Meski kalah, anak-anak besutan bekas pemain nasional Sigit Budiarto ini patut berbangga, karena mampu memperbaiki peringkat dari ketujuh menjadi keempat tahun ini.

“Yang saya lihat, anak-anak sudah berjuang maksimal, ini yang penting. Kalau usaha saja tidak, susah untuk mengevaluasinya. Mereka sudah memberikan kemampuan terbaiknya, namun apa dikata, memang lawannya lebih baik” kata Sigit, dalam siaran pers yang dikirimkan bidang media PB PBSI, Selasa (30/10).

Kekalahan atas tim Korea dinilai Juara Dunia 1997 ini sebagai sebuah pelajaran bahwa masih banyak yang mesti dibenahi oleh para  pemain muda Indonesia. Meskipun demikian, Sigit mengungkapkan secara teknik, Indonesia tak kalah dari negara lain.

“Mereka ini adalah harapan Indonesia di masa depan, kalau mau berhasil ya harus giat lagi latihannya. Lawan di kejuaraan ini adalah bakal lawan mereka nantinya, pelajari apa yang masih kurang dari penampilan sekarang. Kalau menurut penilaian saya, kita harus meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan pengalaman bertanding," kata  juara All England 2003 ini.

Indonesia lolos dari babak penyisihan grup dengan membekukan kemenangan mutlak 5-0 atas tim Kanada, Irlandia dan Belanda. Tiket semifinal diraih tim junior Merah Putih dengan menyingkirkan juara bertahan, Malaysia, dengan skor 3-1.

Langkah Indonesia dihentikan oleh China di semifinal. Tim unggulan kedua ini mengalahkan Indonesia dengan skor 3-1.

Penulis: