ILustrasi: Bulutangkis
Mereka yang berhak lolos adalah pemain berperingkat delapan teratas di daftar rangking Superseries.

Setelah Olimpiade London, penurunan prestasi tim bulutangkis Indonesia juga terlihat di Final Superseries tahun ini, dengan hanya dua wakil saja yang berhak tampil di event berhadiah total US$500.000 ini. Indonesia mengirimkan wakil paling sedikit tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kedua wakil ini adalah pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Muhammad Rijal/Debby Susanto.

Sementara di keempat nomor lainnya –tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan ganda putri- tak ada satu pun wakil Indonesia yang lolos.

Mereka yang berhak lolos adalah pemain berperingkat delapan teratas di daftar rangking Superseries.

Tontowi/Liliyana berhak tampil setelah sukses merebut posisi ketiga. Rijal/Debby yang berada di peringkat kesembilan diundang untuk tampil di event tersebut menggantikan pasangan Jepang, Shintaro Ikeda/Reiko Shiota, karena Shiota memutuskan untuk pensiun per 29 November nanti.

Menanggapi hal ini, Liliyana mengaku ada beban besar yang harus dipikulnya sebagai salah satu wakil.

“Pastinya beban ada. Cuma mau gak mau harus dihadapi,” kata Liliyana.

Tontowi/Liliyana sendiri gagal melewati rintangan pertama di penyisihan Grup A setelah tumbang melawan pasangan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, 19-21, 21-14, 14-21. Peluang keduanya lolos ke babak selanjutnya menipis karena mereka harus menghadapi pasangan Cina, Xu Chen/Ma Jin, yang mendominasi tujuh pertandingan sebelumnya.

Tahun 2008 merupakan masa gemilang Indonesia, dengan mengirimkan tujuh wakil di empat nomor. Namun, jumlah perwakilan itu terus menurun di tahun-tahun berikutnya.

Tahun lalu, Indonesia mampu mengirimkan empat wakilnya ke Final Superseries. Begitu juga tahun 2009. Tahun 2010, Indonesia mengirimkan tiga wakil saja.

Penulis: