Ilustrasi hubungan pasangan jarak jauh.

Hubungan percintaan pasangan yang terpisah jarak justru lebih bermakna ketimbang hubungan pasangan yang bertemu setiap hari, demikian hasil penelitian yang dilaporkan di Journal of Communication baru-baru ini.

Menurut penelitian yang dilakukan ilmuwan dari University of Hong Kong dan Cornell University, pasangan yang terpisah jarak umumnya jarang berkomunikasi, apalagi bila dibandingkan dengan pasangan yang bertemu setiap hari. Namun, kata para peneliti, interaksi yang jarang ini justru lebih bermakna.

Penelitian ini dilakukan terhadap 63 pasangan heteroseksual, setengahnya tinggal seatap, setengahnya lagi menjalani hubungan jarak jauh. Pasangan jarak jauh yang terlibat dalam penelitian ini minimal terpisah selama 17 bulan.

Para responden diminta mencatat interaksi yang mereka lakukan bersama pasangannya selama seminggu.

Dari catatan ini terlihat, pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh cenderung terbuka dengan kekasihnya serta sangat menunggu respons apa pun dari pasangannya. Setiap waktu yang bisa mereka habiskan untuk berinteraksi, biasanya berlangsung lama.

Kondisi menunggu dan menyukai respons pasangan dan keterbukaan, menurut para peneliti, adalah fondasi penting untuk membangun keintiman.

Menurut pemimpin penelitian ini, L Crystal Jiang, pasangan yang terpisah jarak umumnya lebih berupaya keras untuk berkomunikasi penuh kasih dan keintiman, ketimbang pasangan yang sering bertemu.

Pasangan yang sering bertemu cenderung bersikap realistis dengan respons kekasihnya, tidak terlalu menunggu-nunggu.

Penelitian Jiang dan rekannya mencatat, jarak jauh antara pasangan kekasih berefek pada keinginan untuk memahami pasangan serta percaya. Sementara pasangan yang sering bertemu cenderung menilai hubungan dari kehadiran pasangannya (semakin sering si dia ada dekat saya, berarti dia makin sayang).

Tidak dijelaskan secara mendetail alasan penelitian ini mengkonklusikan bahwa hubungan jarak jauh membuat hubungan lebih dalam dan bermakna. Diperkirakan, interaksi jarak jauh membuat pasangan lebih mementingkan isi pesan saat berkomunikasi ketimbang memusingkan bahasa tubuh, artinya, saat berkomunikasi, segala daya dilimpahkan ke sana, termasuk keberanian dan kejelasan.

Mungkin pula karena akses terbatas kepada pasangan membuat mereka makin berusaha supaya kualitas komunikasi sangat baik. Biasanya, saat ada kesempatan berinteraksi, segala kegiatan lain akan ditunda, mematikan suara radio maupun televisi, dan lainnya.

Satu tips dari para responden yang berhubungan jarak jauh agar hubungan tetap mesra: hindari berkirim surat elektronik (email). Menurut mereka, email adalah bentuk komunikasi yang paling tidak romantis. Bentuk lain, seperti video call, messaging, dan lainnya punya nilai romantisme lebih tinggi.

Penulis: /NAD

Sumber:TIME