Pramugari Malindo Air tengah menginformasikan keselamatan dalam penerbangan perdana Malindo Air dengan rute Kuala Lumpur-Kinabalu.

Kuala Lumpur - Setelah memperoleh izin berupa Air Operator Certificate dari pemerintah Malaysia, Malindo Air yang 49% sahamnya dimiliki oleh maskapai nasional Lion Air akhirnya mengudara. Peresmian itu ditandai dengan penerbangan perdana dari Kuala Lumpur ke Kota Kinabalu, Jumat (22/3).

Beroperasinya Malindo akan menghangatkan persaingan pasar penerbangan murah dengan AirAsia yang telah beberapa tahun mendominasi di Malaysia. Pasalnya, seperti yang dikatakan Chief Executive Officer Malindo Air, Chandran Rama Muthy, harga tiket dan layanan lainnya ditargetkan tidak lebih mahal, bahkan lebih murah dibanding AirAsia.

Selain itu Malindo, yang 51 persen sahamnya dimiliki oleh NADI (National Aerospace & Defence Industries), juga akan memberikan layanan gratis seperti bagasi 15-30 kilogram dan inflight entertainment seperti layaknya maskapai full service di setiap kursi.

Namun, untuk dapat menikmati hiburan, penumpang harus membawa earphone atau bisa membelinya seharga RM 5. Selain itu, Juni mendatang semua armada akan dilengkapi dengan WiFi secara gratis dan sambungan telepon yang dikenakan tarif.

Chandran juga mengatakan, Malindo akan menjadi maskapai pertama di Malaysia yang memberikan pelayanan hybrid flight (antara LCC dan full service carrier).

"Jadi kalian dapat makan sandwich dan air mineral sebagai snack. Kalau tidak cukup, kalian beli. Jadi kita bagi free dan jualan," ujarnya dalam konferensi pers Inaugural Flight Malindo Air di Kota Kinabalu International Airport, Sabah Malaysia, Jumat (22/3).

Terkait rute, sebagai langkah perdana Malindo Air akan memulai operasinya dengan melayani rute Kuala Lumpur-Kuching dan Kuala Lumpur-Kota Kinabalu dengan frekuensi penerbangan empat dan tiga kali sehari. Dengan itu Kinabalu akan dijadikan sebagai hub.

"Penumpang Lion Air connecting ke Malindo menggunakan Kinabalu sebagai hub. Karena kalau orang di Makassar mau ke China dia harus melalui Jakarta atau Singapura. Tapi, dengan adanya hub ini dia akan cepat. Jadi dari Makassar ke hub center dan ke China," jelas Chandran.

Perseroan juga akan membuka rute ke Sabah dan Serawak pada Juni hingga September ini. Lalu, pada dua tahun ditargetkan bisa dibuka ke China, Hong Kong, dan Jepang.

Seiring peningkatan itu, Malindo menargetkan dalam dua tahun bisa memiliki 20 armada. Tahun ini Malindo berencana mengoperasikan 12 unit Boeing yang akan melayani 12 rute penerbangan domestik Malaysia. Hal ini sekaligus menjadikan Malindo sebagai operator Boeing 737-900ER pertama di Malaysia.

Untuk penerbangan pertamanya ini, Malindo mengoperasikan dua unit pesawat berjenis Boeing 737-900 ER.

Suara Pembaruan

Penulis: O-2

Sumber:Suara Pembaruan