Seorang Turis tengah melintas di areal persawahan yang menggunakan sistem Subak.

Denpasar - Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana Prof Dr I Wayan Windia mengatakan, kawasan subak di Bali yang menopang warisan budaya dunia (WBD) perlu ditetapkan menjadi sawah abadi sehingga keberadaannya tetap dapat dilestarikan.

"Penetapan menjadi subak abadi, khususnya di Kabupaten Gianyar dan Tabanan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2012," kata Prof Dr I Wayan Windia di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, lahan sawah yang harus dilindungi untuk menopang keberadaan WBD itu sekitar 1.000 hektar.

Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah kabupaten dan kota hendaknya dapat segera menetapkan sawah-sawah abadi tersebut, sebagai upaya menjaga kesinambungan lahan pertanian dan mempertahankan swasembada pangan.

"Hal itu dinilai sangat mendesak dalam upaya menyelamatkan warisan budaya bidang pertanian, termasuk subak yang terancam akibat peralihan fungsi lahan pertanian," ujar Wayan Windia.

Ia menilai, peralihan fungsi lahan pertanian ke non pertanian yang setiap tahunnya mencapai 1.000 hektare merupakan ancaman yang sangat serius dalam menyediakan persediaan pangan, khususnya beras, dan hal itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Dengan adanya sawah-sawah abadi di masing-masing kabupaten, khususnya di Tabanan dan Gianyar diharapkan kekhawatiran akan punahnya subak dapat dihindari, sekaligus kelestarian swasembada pangan tetap dapat dipertahankan.

"Berapa hektare idealnya sawah abadi di masing-masing kabupaten dan kota di Bali perlu penelitian dan pengkajian secara khusus," ujar Wayan Windia.

Ia menilai, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus maupun berbagai kemudahan terhadap petani milik atau penggarap sawah-sawah abadi tersebut.

Kemudahan tersebut berupa subsidi pupuk, bibit padi serta pajak bumi dan bangunan secara gratis, kata Windia.

Dinas Pertanian Provinsi Bali mencatat, hamparan lahan pertanian di Bali seluas 84.118 hektare. Dengan adanya lahan pertanian yang abadi, aktivitas pertanian diharapkan berlangsung secara berkesinambungan.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:ANT