Mencecap Keindahan Alam di Tangkahan

Mencecap Keindahan Alam di Tangkahan
Atraksi gajah di Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. ( Foto: Inasa Ori Sativa )
Inasa Ori Sativa / Dwi Argo Santosa / AB Minggu, 12 April 2015 | 23:04 WIB

Istilah hidden paradise bakal membuat setiap orang membayangkan keindahan panorama alam yang tak hanya memanjakan mata, namun juga membuat takjub akan karya dan nikmat Tuhan. Tangkahan adalah salah satu hidden paradise bagi sebagian besar mereka yang pernah ke sana. Tangkahan berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Lokasinya diapit oleh dua desa, yaitu Namo Sialang dan Sei Serdang.

Taman Nasional Gunung Leuser dengan luas 1.094.692 hektare, seperempat kawasannya berada di Sumatera Utara dan tiga perempat lainnya berada di Provinsi Aceh. Tangkahan juga diapit oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Sei Batang Serangan dan Sungai Buluh. Kawasan wisata ini berbasis ekowisata, di mana wisatawan bisa melihat desa dengan masyarakatnya yang sangat sadar wisata. Mereka begitu peduli untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Tangkahan dapat ditempuh sekitar 7-8 jam dari Medan. Memang tak mudah untuk mencapai lokasi ini. Namun, untuk sesuatu yang indah, tentu dibutuhkan sebuah perjuangan. Anda bisa ke sana menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum, meski sebagian jalur masih berupa batu berpasir, sehingga banyak debu. Untuk itu, mereka yang ingin ke sana disarankan membawa masker. 

Angkutan umum yang tersedia, yakni bus Pembangunan Semesta melayani dua kali perjalanan menuju ke Tangkahan, yakni pukul 04.30 WIB dan 07.30 WIB dari Medan dengan tarif Rp 25.000 per orang. Selama perjalanan, Anda bisa menikmati pemandangan yang didominasi kebun kelapa sawit di kanan-kiri jalan. 

Setelah sampai di Tangkahan jangan khawatir tidak mendapatkan penginapan karena di sana tersedia berbagai penginapan yang memadai dengan kisaran harga Rp 15.000 sampai Rp 150.000 per malam. Beberapa penginapan yang ada di kawasan ini, antara lain Bamboo River, Ulih Sabar, Mega Inn, Green Lodge, Linnea Resort, Jungle Lodge, Masta Inn, Egi Inn, dan Tangkahan Inn, dengan total 70 kamar. Setiap kamar bisa diisi dua hingga empat orang.

Di lokasi, wisatawan dimanja oleh keindahan hutan dengan beragam flora dan fauna. Gajah Sumatera di konservasi kawasan ini menjadi ikon wisata. Fauna lainnya, yang kebanyakan primata, seperti monyet ekor panjang, orangutan, dan Thomas Peak Monkey. Ada juga babi hutan, rusa, dan berbagai macam jenis burung.

Tak kalah menarik adalah berbagai flora unik di hutan ini. Contohnya pohon jelatan yang daunnya bisa membuat gatal. Wisatawan yang melakukan tracking melewati hutan, harus mewaspadai daun jelatan.

Banyak pula tumbuh pohon raja, yaitu pohon keramat bagi warga sekitar karena dipercaya arwah leluhur mereka masuk ke pohon itu sehari sebelum meninggal. Dapat ditemui juga pepohonan lain, seperti pohon kompas, pohon tikus meranti, dan pohon rotan. Karena beragamnya hasil hutan yang ada di kawasan ini, dahulu mata pencarian warga sekitar Tangkahan adalah perambah hutan.

Atraksi Gajah
Selain itu, di Tangkahan juga terdapat banyak gajah. Awalnya, gajah-gajah di kawasan ini bukanlah untuk atraksi wisata, melainkan untuk membantu polisi hutan berpatroli memberantas pembalak liar. Sekian lama pembalakan liar terjadi hingga lambat laun muncul kelompok-kelompok warga yang memiliki wawasan sadar wisata. Mereka pun membangun Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) pada tahun 2000 dan diberi kepercayaan oleh Taman Nasional Gunung Leuser untuk mengelola Tangkahan pada 2004. Karena mayoritas warga Tangkahan tak memiliki latar belakang pariwisata, bahkan tak jarang hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar saja, tentu dibutuhkan pekerjaan ekstra untuk membuat mereka menyadari bahwa pariwisata dapat meningkatkan taraf hidup, ketimbang berprofesi sebagai pembalak liar. Selain LPT, pengelolaan konservasi dan pariwisata di Tangkahan juga dibantu oleh Conservation Response Unit (CRU) yang sudah lebih dahulu berdiri, namun baru datang ke Tangkahan pada 2002. 

Kini, sekitar 4.000 wisatawan mancanegara dan 40.000 wisatawan lokal datang ke Tangkahan setiap tahun. Wisatawan bisa melakukan aktivitas tracking mengelilingi bukit-bukit, menembus hutan dengan naik gajah, memandikan gajah, atau berenang di sungai. Untuk melakukan aktivitas tersebut, turis yang datang harus menuju ke Tangkahan Visitor Centre untuk melihat paket-paket wisata yang ditawarkan. Misalnya, untuk family trek dengan jarak 2,2 km dan ditempuh 2,5 jam dihargai Rp 694.400 untuk dua orang, sedangkan youth trek dihargai Rp 1.108.800 buat tiga orang.

Untuk memandikan gajah dikenai tarif Rp 250.000 per orang, sedangkan full day trek ditambah caving dan tubing dikenai biaya Rp 1.716.000 buat tiga orang.

Bagi mereka yang ingin berkemah di hutan rimba sambil melihat satwa, ada paket jungle trek 2 hari 1 malam seharga Rp 4.917.000 buat tiga orang dan paket jungle trek 4 hari 3 malam  seharga Rp 10.374.000 buat tiga orang.

Selain paket wisata di atas, masih banyak lagi paket wisata lain yang ada di Tangkahan. Di kawasan ini juga terdapat lokasi wisata lain, yaitu sumber air panas dan air terjun Garut. Wisatawan bisa terjun dari atas tebing di Sungai Buluh karena di sana juga tersedia spot untuk melompat. Untuk memasuki kawasan ini, setiap orang harus membayar tiket masuk Rp 3.000. Untuk porter seharga Rp 20.000, parkir kendaraan Rp 30.000 dan untuk menyeberangi jembatan kayu selama satu sampai tiga hari seharga Rp 10.000. 

Wisatawan juga cukup membayar Rp 30.000 untuk bisa mengelilingi kantor CRU dan menuruni tebing untuk melihat pemandangan alam yang luar biasa dengan menunggang gajah.

Tips bagi mereka yang berwisata ke Tangkahan adalah membawa baju ganti yang cukup, karena sebagian besar kegiatan di lokasi wisata berhubungan dengan air. Bawalah juga lotion antinyamuk karena sebagian besar kawasan Tangkahan adalah hutan. Jangan lupa membawa sepatu tracking untuk menyusuri hutan. Jangan lupa senter untuk berjaga-jaga, karena listrik di Tangkahan menggunakan genset dan biasanya padam di malam hari. Bagi sebagian besar warga kota, power bank adalah perlengkapan yang wajib dibawa serta agar gadget-nya bisa tetap menyala. 

CLOSE