Air Terjun Gulingan, Primadona Baru di Grobogan

Air Terjun Gulingan, Primadona Baru di Grobogan
AIR TERJUN GULINGAN - Sejumlah pengunjung menikmati pesona di bawah air terjun gulingan, Sedayu, Grobogan, Jawa Tengah. ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Danung Arifin / MUT Kamis, 14 Mei 2015 | 14:24 WIB

Grobogan - Saat menginjakkan kaki di Jawa Tengah, cobalah untuk berkunjung ke tempat wisata alam yang baru-baru ini ramai dibicarakan di Purwodadi-Grobogan, yakni air terjun Gulingan. Lokasinya berada di pegunungan karst Kendeng Utara, atau lebih tepatnya di Dusun Sandi, Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, Jawa Tengah.

Air terjun yang berasal dari tiga sumber mata air dengan ketinggian masing-masing sekitar 300-500 mdpl ini ramai dikunjungi setelah banyak pengunjung berfoto dan mengunggahnya ke jejaring sosial media seperti Facebook, Twitter dan Instagram sejak awal tahun 2015 lalu.

Tidak ada yang tahu persis nama Gulingan itu berasal. Warga menyebut demikian karena wilayah tersebut berada di bukit Gulingan. Konon air terjun Gulingan dulu pernah dipakai untuk tempat pertapa beberapa tokoh yang berasal dari luar wilayah Grobogan. 

Kini, karena banyaknya warga sekitar dan dari luar daerah yang mengunjungi tempat tersebut, pemerintah desa mengubahnya menjadi tempat wisata secara swadaya. Untuk mencapai ke lokasi bisa ditempuh lewat jalur darat baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Bila menggunakan kendaraan pribadi, dari pusat kota Purwodadi, Anda bisa menuju ke arah utara atau melalui jalan raya Purwodadi-Pati hingga di belokan Tugu Sedayu. Dari Tugu Sedayu masuk ke arah timur menuju Desa Sedayu. Tidak usah khawatir tersesat, swadaya warga desa Sedayu telah membuat petunjuk arah dari pintu masuk jalan raya hingga lokasi yang dimaksud.

Untuk  yang menggunakan kendaraan umum, naiklah bus dengan jurusan Purwodadi-Pati lalu turunlah di tugu Sedayu dan bisa melanjutkan dengan naik ojek. Jarak lokasi dari jalan raya hanya sekitar 4 kilometer dan dilanjutkan berjalan kaki sekitar 2 kilometer dari pintu masuk.

Medan yang dilalui sudah cukup bagus dan tidak terlalu menanjak. Hutan jati serta pepohonan rindang nan hijau  yang masih terjaga akan menyapa siapa saja yang berkunjung ke sana.

Saat tim Beritasatu.com mengunjungi ke lokasi belum ada tiket resmi untuk masuk ke kawasan wisata ini, namun pemerintah desa memberlakukan tarif masuk yakni Rp 3.000 untuk setiap pengunjung. Nantinya dana itu digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana.

Selain sebagai tempat wisata, beberapa pengunjung juga sering memanfaatkan wilayah air terjun Gulingan untuk camping atau berkemah, pelatihan pecinta alam, canyoning atau canyoneering, hunting foto, foto prewedding hingga olahraga offroad dan MTB. Intip keindahan air terjun Gulingan di galeri foto ini.

CLOSE