Pria Ini Sukses Menjelajah 198 Negara di Dunia

Gunnar Garfors dikelilingi peenduduk lokal di Punta Cana, Republik Dominika. (Foxnews)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Sabtu, 8 Agustus 2015 | 10:12 WIB

Setelah mengunjungi Cape Verde, sebuah negara di lepas pantai barat laut Afrika pada tahun 2013, Gunnar Garfors merupakan salah satu orang termuda di dunia, yang telah melakukan perjalanan ke-198 negara (193 negara anggota PBB termasuk Vatikan, Kosovo, Palestina, Sahara Barat dan Taiwan) di Dunia.

Pria asli Norwegia ini mengatakan, perjalanan internasional pertamanya adalah mengunjungi Yunani ketika dirinya berusia satu tahun. Dirinya mengakui bahwa mungkin tidak ingat apa-apa dari perjalanan perdana itu. Namun, dia memiliki banyak cerita perjalanan yang lainnya selama bertahun-tahun.

Sebagai kepala sebuah perusahaan media global, Garfors tetap mampu bekerja sementara dirinya tengah berada di perjalanan. Dirinya juga mengakui, bahwa tidak semua orang dapat memiliki kesempatan untuk bepergian keliling dunia sepanjang waktu. Meski demikian, dia percaya bahwa ada hal-hal sederhana yang dapat dilakukan jika mereka ingin mendapatkan informasi lebih lanjut.

Sejak kembali dari penjelajahan terakhirnya ke lima benua, Garfors telah menulis sebuah memoar yang berjudul "198: How I Ran Out Of Countries". Dalam memoar tersebut, dirinya banyak membagikan saran tentang perjalanan, tips untuk membuat anggaran, menghindari kesulitan dengan otoritas dan hukum lokal, serta tak terhitung jumlahnya cerita lain dari kehidupan di jalan.

Meskipun secara harfiah telah melihat semuanya di dunia ini, Garfors masih menganggap negara asalnya memiliki beberapa pemandangan paling indah di dunia.

"Kedua matahari tengah malam (di musim panas) dan cahaya utara (di musim dingin) di wilayah utara Norwegia merupakan pengalaman luar biasa yang harus dicoba oleh setiap orang," kata Garfors kepada Foxnews. "Selain itu, Norwegia juga pemandangan yang benar-benar fantastis lewat fjord, gletser, gunung-gunung dan pulau-pulau," tambahnya.

 


Sumber: Foxnews
ARTIKEL TERKAIT