ATF 2016 Diharapkan Dorong Pariwisata Indonesia

ATF 2016 Diharapkan Dorong Pariwisata Indonesia
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyampaikan sambutan dalam ajang Asia Tourism Forum (ATF) 2016. Kegiatan ini kembali digelar pihak Kementerian Pariwisata (Kempar) berkerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung mulai tanggal 7-9 Mei 2015. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 9 Mei 2016 | 15:42 WIB

Bandung - Ajang dua tahunan bertajuk Asia Tourism Forum (ATF) tahun 2016 kembali digelar pihak Kementerian Pariwisata (Kempar) berkerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung mulai tanggal 7-9 Mei 2015.

Ajang yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang pariwisata ini, menjadi forum internasional yang mewadahi para praktisi industri pariwisata, akademisi, peneliti, pejabat pemerintah dan para pembuat kebijakan pariwisata.

"Asia Tourism Forum yang digelar untuk ke-12 kalinya ini, akan menjawab keraguan masyarakat tentang penelitian di pariwisata yang seringkali dirasakan tidak dapat diterapkan secara di bidang pariwisata secara langsung," kata Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, Senin (9/5).

Mantan dirut PT Telkom ini melanjutkan, forum pertemuan praktisi pariwisata, dan juga calon-calon penggiat pariwisata ini, diharapkan mampu mendorong industri pariwisata Indonesia, baik dari sisi pendidikan maupun sisi lainnya.

"Forum ini diharapkan bisa menjadi proyek prestisius berstandar dunia yang dapat dijadikan pedoman untuk menjadikan pariwisata Indonesia nomor satu di dunia. Itulah sebabnya kita gunakan Travel and Tourism Competitivenes Index yang dikeluarkan World Economic Forum dalam menilai daya saing pariwisata kita," lanjut Menpar.

Arief berharap, dengan adanya ATF 2016 ini, baik pemerintah maupun pihak pemangku kepentingan dibidang pariwisata dapat memperoleh hasil yang besar.

"Bahwa ilmu pengetahuann itu harus diimplementasi dan dipraktikkan di lapangan. Kegiatan ini bisa terselenggara berkat kerjasama semua pihak yang sadar akan penting pariwisata. Semoga ini ini manfaat ATF yang harus kita dapat," tutupnya.

Ajang dua tahunan ini diselenggarakan pihak ATF dikota Bandung, Jawa Barat. Hal itu sekalin memperlihatkan kepada para peserta 460 delegasi yang berasal dari 21 negara bahwa Bandung sebagai kota besar di Indonesia yang memiliki bangunan bernilai sejarah bisa tumbuh dengan baik.

Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE