Festival Imlek Palembang Targetkan 25.000 Pengunjung

Sejumlah keturunan Kapitan Tjoa Ham Him generasi ke-13 dan 14 membenahi dan membersihkan sejumlah perangkat sembahyang dan papan leluhur di Rumah Abu Kampung Kapitan 7 Ulu Palembang, Sumsel, 22 Januari 2017. Sepekan sebelum perayaan Tahun Baru Imlek 2568 para keturunan Kapiten Tjoa Ham Him membersihkan Rumah berusia 400 tahun lebih yang berfungsi sebagai tempat sembahyang dan penyimpanan abu leluhur. Antara/Feny Selly ()

Oleh: / BW | Minggu, 12 Februari 2017 | 11:20 WIB

Palembang - Festival Imlek Indonesia (FII) yang berlangsung di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Sumatera Selatan, 11-12 Februari ini ditargetkan dihadiri 25.000 pengunjung. FII Palembang ini tidak hanya dimeriahkan hiburan kebudayaan Tionghoa saja, melainkan berbagai kebudayaan dari berbagai daerah di Nusantara akan turut mewarnai perhelatan yang didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kempar) itu.

Berubah dari 2015 dan 2016 yang menonjolkan bazar, tahun ini konsep FII dikemas sangat nasional atau lebih menonjolkan kebinekaan dan budaya. Selain menampilkan tari-tarian dan nyanyian, juga akan diadakan demo dan pameran kaligrafi dan lampion tiongkok, demo masak dari tiga hotel ternama, pameran foto.

Kemudian akan ada lomba tari kreatif group, lomba mewarnai, lomba fashion show, lomba grafiti, mom & kidz contest, workshop membatik, workshop mewarnai, workshop membuat bento, penampilan dari tim barongsai dari Tiongkok dan dalam negeri, pemutaran film pendek, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, juga akan dimeriahkan dengan festival kuliner Palembang, kompetisi barongsai, fashion show chinese modern, pawai budaya, festival lampion hingga pesta kembang api dan laser. Tak ketinggalan dihadirkan tarian 1.000 tangan, melukis dari kopi, hingga festival naga ikut menyerukan Festival Imlek Indonesia 2017 di Palembang.

Yang istimewa, di acara ini nantinya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menghadirkan Udaya, salah seorang yang mengerti dan memahami cerita kedatangan Muhammad Chengho atau yang dikenal Laksamana Chengho sampai di Bumi Sriwijaya.

"Hari Raya Imlek adalah hari raya penting dan telah menjadi tradisi masyarakat Tionghoa sejak dulu. Pengenalan dan memasyarakatkan kembali budaya Tionghoa kepada masyarakat umum dan masyarakat Tionghoa khususnya akan menghidupkan kembali kebudayaan Tionghoa. Hal itu guna memperkaya khazanah budaya nasional sehingga tercipta kerukunan hidup yang baik antarsesama suku dan umat beragama, dalam lingkungan yang konduktif di dalam negara yang multikultural ini," terang ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Wawan Gunawan, Sabtu (11/2).

Esthy menambahkan, dengan adanya event ini, diharapkan bisa melestarikan budaya yang ada dan bisa lebih memperkenalkan Palembang ke tingkat nasional, bahkan ke tingkat dunia agar kunjungan wisatawan ke Palembang makin meningkat. Palembang memiliki potensi wisata alam, wisata budaya, Wisata sejarah dan religi, wisata Kuliner, seni dan tradisi, wisata seni budaya, wisata tradisi, wisata perkotaan dan perdesaan.

Menpar Arief Yahya menambahkan, Laksamana Chengho adalah seorang moslem yang memiliki sejarah dan kedekatan yang cukup kuat dengan bangsa ini. Terutama di daerah-daerah pesisir, yang masih memperlihatkan jejak-jejaknya.

"Dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II sangat mudah menuju lokasi acara di PSCC Palembang dengan kendaraan umum maupun pribadi. Juga tersedia banyak akomodasi di sekitar lokasi acara berupa hotel, hostel, wisma, homestay, dan penginapan lainnya," ungkap dia.

Data kunjungan wisatawan ke kota Palembang tahun 2015 tercatat sebanyak 1.732.303 orang terdiri 1.724.275 wisatawan nusantara (wisnus) dan 48.321 wisatawan mancanegara (wisman). Jumlah wisman pada 2016 meningkat 15,93 persen menjadi 64.257 pengunjung dibandingkan pada 2015 yang hanya sebanyak 48.321. Sedangkan untuk wisatawan nusantara (wisnus) pada 2016 mencapai 1,7 juta dari target.




Sumber: PR
ARTIKEL TERKAIT