Menikmati spa ala Jepang di Bangkok, Thailand
"Onsen adalah budaya khas Jepang, sementara Thailand dengan gaya pijitnya. Kami mencoba menggabungkannya."

Jepang memiliki tradisi yang cukup panjang tentang seni membersihkan tubuh dengan mandi. Banyak wisatawan akhirnya tertarik dan berkunjung ke negeri Sakura tersebut lantaran banyaknya mata air panas atau disebut onsen di seluruh negeri.

Namun untuk membasuh tubuh dengan air tersebut dalam kondisi tanpa busana bukanlah hal yang nyaman jika dilakukan dengan banyak orang. Hal itulah yang membuat masyarakat Thailand juga tidak nyaman.

Bukan berarti tidak ada kreasi dan kreativitas untuk tetap dapat mewujudkan spa ala Jepang. Seorang pengusaha asal Thailand, Smith Mekaroonkamol membuka Yunomori Onsen & Spa. Tempat tersebut diklaim sebagai tempat pertama di Bangkok yang menyediakan fasilitas spa ala Jepang. Lokasinya berada di kawasan Sukhumvit Soi 26.

Berdiri di atas lahan 2.700 meter persegi, gedung berlantai dua itu dirancang Smith dengan banyak kayu pinus dan bambu dan pencahayaan yang temaram dengan bak-bak mandi ditanam di kebun.

"Daerah Sukhumvit merupakan wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan Jepang namun tidak ada pemandian atau spa bergaya Jepang. Kami berharap Yunomori yang berarti air panas di taman dapat menghapus kerinduan para wisatawan Jepang atau ekspatriat dari Jepang akan tradisi negaranya," ujar Smith.

Namun ia tampak terkejut saat satu bulan membuka usahanya, lantaran 40 persen dari pelanggannya justru warga Thailand yang belum pernah merasakan sensasi onsen ala Jepang.

Untuk mewujudkan usahanya, Smith sampai mengunjungi Jepang dan menginap di dua penginapan tradisional Jepang, meski berada di kota besar.

"Merendam diri di air panas penuh mineral benar-benar membuat diri kita santai dari kepala sampai kaki. Ini adalah cara terbaik untuk melarikan diri dari kehidupan kota yang sibuk serta menghilangkan stres setelah seharian bekerja keras. Karena itu kami buka sampai tengah malam," kata Smith.

"Saat buka, selama seminggu pertama kami masih menerima pesanan baju sekali pakai untuk menutup tubuh perempuan. Maklum saja, mungkin mereka masih malu-malu tampil tanpa busana bersama orang-orang lain. Namun lama kelamaan, mereka menyadari bahwa dengan tanpa busana, terapi ini sangat berguna. Bahkan jika berbusana, malah terlihat lain," ujarnya.

Smith menginvestasikan uang senilai 70 juta Baht untuk membangun usahanya tersebut yang terletak di pusat perbelanjaan Square A. Tempat ini memang dirancang bersantai keluarga. Lantai pertama memiliki fasilitas onsen yang terpisah antara lelaki dan perempuan, klinik kecantikan, restoran Jepang dan kafe.

Lantai kedua adalah tempat spa  yang luas dengan 70 buah tempat bak mandi. Selain itu ditawarkan juga pijit ala Thailand serta releksi.

"Onsen adalah budaya khas Jepang, sementara Thailand terkenal dengan gaya pijitnya. Kami mencoba menggabungkannya," ujar Smith lebih lanjut.

Semua tamu diharuskan membilas diri dahulu sebelum berendam di dalam bak air panas. Tidak diperkenankan masuk ke wilayah onsen, jika masih ada kotoran yang tersisa, seperti di telapak kaki.

"Sistem untuk spa, mengikuti standar Jepang yang ketat di bawah pengawasan sebuah perusahaan Jepang. Kami telah menginvestasikan sensor yang akan menjamin kebersihan lokasi dan mempertahankan suhu air," ujar Smith lebih lanjut.

Untuk menikmati semua fasilitas dan layanan onsen, biayanya 450 Baht termasuk sauna dan uap. Sementara anak-anak usia 15 tahun ke bawah dan manula berusia 65 tahun ke atas, dikenakan biaya 250 Baht. Biaya itu termasuk sauna dan uap.

Untuk spa dan pijat, dikenalkan biaya 350 Baht selama satu jam atau 750 Baht dengan pelayanan scrub tubuh selama 45 menit. Tertarik mencoba?

Penulis:

Sumber:asiaone.com