Ilustrasi pariwisata Bali.
Untuk program-program yang berkaitan dengan promosi luar negeri, promosi dalam negeri, dan upaya peningkatan pencitraan Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengungkap, anggaran pemasaran pariwisata Indonesia pada tahun 2013 akan mencapai Rp607.700, katanya, Rabu (5/12).

Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk program-program yang berkaitan dengan promosi luar negeri, promosi dalam negeri, dan upaya peningkatan pencitraan Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri.

Selain itu, dana juga dialokasikan untuk membiayai program pengembangan pasar dan informasi pariwisata.

"Kami juga akan perkuat promosi di bidang Konvensi, Insentif, dan Event dan Minat Khusus, karena pada 2012 bidang ini salah satu yang paling kuat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI dan Kemenparekraf menyepakati pagu definitif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam RAPBN Tahun Anggaran (TA) 2013 sebesar Rp 2,052 triliun, melalui Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR dengan Menparekraf.

Anggaran itu dialokasikan untuk membiayai tujuh unit Eselon I yakni Ditjen Pemasaran Pariwisata Rp607,700 miliar, Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Rp393,490 miliar, Badan Pengembangan Sumber Daya Parekraf Rp333,564 miliar, Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Rp323,270 miliar, Sekjen Rp214,937 miliar, Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan IPTEK Rp148 miliar, dan Inspektorat Jenderal Rp32 miliar.

Kemenparekraf juga telah melakukan efisiensi belanja perjalanan dinas sebesar 10-15 persen dari total alokasi belanja perjalanan dinas pada RKA-KL TA 2013 yang direlokasikan ke belanja modal sebesar Rp25,705 miliar. 

Relokasi belanja perjalanan dinas akan digunakan untuk revitalisasi gedung serta pengadaan sarana dan prasarana untuk auditor dan fungsi pendidikan di 4 UPT.

Empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang pendidikan di bawah Kemenparekraf adalah Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Nusa Dua Bali, Akademi Pariwisata (Akpar) Medan,  dan Akpar Makassar. 
 

Penulis: /WEB