Majalah Dinding Virtual 'Wow' Karya Anak Bangsa

Majalah Dinding Virtual 'Wow' Karya Anak Bangsa
PULSK Majalah dinding virtual karya anak negeri ( Foto: PULSK.com )
Galuh Parantri / GP Rabu, 13 Maret 2013 | 17:53 WIB

Sejak akhir tahun 2012 yang lalu, percaturan startup dan layanan berbasis internet di tanah air kembali menyambut pendatang baru. Pemain baru yang menyasar segmen media sosial tersebut berjuluk PULSK. Layanan saling berbagi yang bisa diakses melalui alamat pulsk.com tersebut menitik beratkan pada kualitas konten dan interaksi antar pengguna.

Hingga bulan Februari kemarin tercatat tak kurang dari 125.000 pengguna telah mendaftar sebagai anggota tetap PULSK. Dalam satu bulan ada lebih dari 5 juta pengunjung di situs yang memiliki tagline "Share something WOW" ini dengan 50 juta halaman yang diakses. Sedangkan rata-rata dalam satu hari ada 3000 konten yang diunggah dan 6000 "WOW" disematkan. Pencapaian ini diraih saat situs belum genap berusia enam bulan.

Menurut founder PULSK, Rendy Bryanzah, startup ini diawali dari riset yang menemukan fakta bahwa ternyata situs-situs jejaring sosial sebagian besar diramaikan oleh pengguna dengan rentang usia muda. "Mereka rata-rata berusia dibawah 24 tahun, yang notabene masih berada di bangku sekolah atau kuliah," kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com, Rabu 13 Maret 2013 . Berangkat dari pemikiran sederhana tersebut, Rendy pun mulai merancang PULSK diwaktu senggangnya dibantu Irwan Fahmy di sisi produk dan strategi, Riswan Rais dan Ardian Trimurti di lini desain.

November 2012 lalu, PULSK mengikuti Sparxup, kompetisi startup yang diadakan sebuah situs berita online Indonesia dan berhasil menduduki juara di kategori internet/mobile portal. Berani bersaing dengan startup yang berusia jauh lebih tua menjadi pencapaian tersendiri. "Ini kan proyek iseng dan baru berumur 2 minggu. Kami bahkan belum berpikir tentang bagaimana bisnis modelnya", kenang dia.

"Nama PULSK sendiri pada awalnya adalah akronim dari frasa 'pulang sekolah'. Anak-anak sekolah telah jenuh dengan pelajaran serius yang diterima sepanjang jam pelajaran di kelas. Sehingga waktu pulang sekolah adalam momen yang ditunggu-tunggu untuk mencari sesuatu yang menyenangkan. Nah, PULSK mencoba hadir menawarkan sesuatu yang berbeda. Diharapkan para pengguna bisa memperoleh sesuatu yang menyenangkan, menghibur sekaligus menambah pengetahuan melalui PULSK. Konsep user generated content yang diusung diharap mampu merangsang kreatifitas pengguna untuk mengunggah konten berupa gambar, video atau artikel yang berkualitas dan bermanfaat," ujarnya.

Karena menyasar segmen anak muda, PULSK menawarkan konsep majalah dinding virtual. Dimana para pulsker -- sebutan bagi pengguna PULSK -- bisa mengunggah sendiri konten-konten terbaik mereka. Berbeda dengan jejaring sosial lainnya, di situs ini dikenal istilah menyematkan "WOW" apabila menyukai konten tertentu. "WOW" sendiri adalah perwujudan dari apresiasi pulsker terhadap sebuah konten yang mereka anggap menarik dan bermanfaat. Dan secara otomatis konten yang mendapatkan semakin banyak "WOW" akan berada di halaman "Paling WOW", sekaligus merupakan kebanggan tersendiri bagi pemilik konten.

Rendy berharap PULSK bisa diterima dengan baik di ranah digital tanah air dan menjadi salah satu alternatif pengisi waktu luang para pulsker untuk menuangkan ide dan tulisan yang lebih panjang. "Kita kan juga ingin menulis lebih dari 140 karakter", pungkasnya.

CLOSE