Ilustrasi aktivitas hacker.

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meminta sektor perbankan dan Telekomunikasi mewaspadai serangan hacker terhadap kemanan informasi data.

Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak menghambat kolaborasi antara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk (Indosat), dan PT XL Axiata Tbk (XL) dalam meluncurkan layanan pengiriman uang elektronik lintas operator.

Menkominfo Tifatul Sembiring berpendapat, layanan keuangan inklusif besutan tiga operator ini termasuk bentuk visi pemerintah dalam hal konektivitas.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemkominfo, saat ini terdapat 220 juta pengguna ponsel, 63 juta pengguna internet, 33 juta akun twitter, dan 47 juta akun Facebook di Indonesia. Statistik ini menunjukan pergerakan informasi yang masif di Tanah Air.

Oleh karena itu, lanjut dia, faktor keamanan informasi menjadi hal yang penting. Diperkirakan, tahun lalu terjadi 30,9 juta aksi hacker menyerang situs pemerintahan. Kasus tersebut patut menjadi pelajaran bagi sektor lain, seperti perbankan dan telekomunikasi.

“Hampir 40 juta serangan setahun, jadi kami meminta sejumlah pihak seperti perbankan dan operator jangan sampai kebobolan,” kata Tifatul usai peluncuran layanan keuangan inklusif operator di Jakarta, Rabu (15/4)

Menurutnya, layanan keuangan inklusif operator telah dilindungi oleh Undang Undang informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan UU Perbankan. Tifatul mengharapkan, program tersebut dapat berjalan dengan lancar serta meningkatkan pengguna layanan uang elektronik.

“Diperkirakan hanya sekitar 6 persen pelanggan yang aktif menggunakan jasa ini, saya harap bisa sampai 50 persen dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.

Investor Daily

Penulis: RID

Sumber:Investor Daily