Presiden SBY Gunakan Google+ untuk Bahas Bencana Aceh

Presiden SBY Gunakan Google+ untuk Bahas Bencana Aceh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan wawancara dengan memanfaatkan fitur video conference dari Google Hangout saat berkomunikasi dengan para pejabat terkait penanggulangan bencana gempa bumi di Aceh dan bencana asap di Riau dari Istana Bogor. ( Foto: ANTARA FOTO / Abror Rizki )
Liberty Jemadu Jumat, 5 Juli 2013 | 18:35 WIB

Jakarta - Setelah Twitter, Facebook, dan YouTube, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kini membuka akun Google+, layanan media sosial milik Google. SBY akan menggunakan layanan itu untuk berkomunikasi dengan satuan tugas penanggulangan bencana di Aceh dan Riau.

"Malam ini, pukul 20.00 WIB, melalui Google Hangouts, saya akan berkomunikasi dengan dengan Satgas Benanggulangan Bencana di Aceh dan Riau," tulis SBY dalam akun Twitter-nya, Jumat (5/7).

Google Hangouts adalah layanan pesan singkat dan video chat milik Google, yang bisa diakses menggunakan media sosial Google+.

Sebelumnya Istana mengatakan hari ini, Jumat, SBY juga akan membuka akun Facebook dan YouTube. SBY akan membuka dua akun media sosial itu Istana Bogor, Jawa Barat.

“Rencananya pada malam ini diluncurkan Fans Page Facebook dan Youtube. Tepatnya pada pukul 20.00 WIB, bertempat di Istana Bogor,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Pasha di Istana Bogor, Jumat (5/7).

Julian mengatakan, pada acara peluncuran akan ditampilkan tentang cara-cara penggunaan sarana teknologi informasi di jejaring sosial. Di sisi lain, lanjut Julian, ketersediaan akun media sosial akan membantu Kepala Negara menyampaikan informasi penting berkaitan dengan kegiatannya sebagai pemimpin di republik ini.

“Penggunaan sarana teknologi informasi di jejaring sosial untuk membantu penyampaian hal-hal penting dengan kegiatan Presiden SBY agar masyarakat dapat mengikutinya secara langsung media sosial,” kata dia.

SBY sebelumnya sudah mempunyai akun Twitter yang kini punya lebih dari 2,6 juta follower.