SMART Board, Teknologi Papan Belajar Interaktif

SMART Board, Teknologi Papan Belajar Interaktif
Presiden Direktur PT. EP-TEC Solutions Indonesia Andika Pratama mendemokan salah satu dari 56.000 konten bahan ajar yang ada di SMART Board, Jakarta, 5 Mei 2015 ( Foto: Beritasatu.com/Mohamad Rahmalio )
Mohammad Rahmalio Selasa, 5 Mei 2015 | 16:16 WIB

Jakarta - Guna menunjang teknologi sektor pendidikan di Indonesia, PT EP-TEC Solutions Indonesia sebagai ekslusif distributor produk SMART Technologies menghadirkan SMART Board terbaru di Indonesia.

"SMART Board ini merupakan papan tulis interaktif yang nantinya sebagai media utama pembelajaran dan presentasi," terang Presiden Direktur Andika Pratama di Jakarta, Selasa (5/5).

Ia memaparkan produk SMART Board yang sudah ada di Indonesia sejak 2005 ini, sangat mendukung pengajaran berbasis interaktif dan multimedia.

"Tidak perlu kesulitan untuk pengoperasian. Tenaga pengajar juga dipermudah untuk persiapan materi karena kami memiliki 56.000 konten bahan ajar yang bisa digunakan secara gratis," tambahnya.

Selain itu, ia juga mengatakan adanya fasilitas Smart Exchange Online Portal.

"Kita menerapkan online learning (distance learning). Jadi, semua yang dipelajari itu direkam di komputer. Ibarat kata seperti video, jadi nanti semua siswa bisa belajar lagi sampai di rumah sisa buka portal aja," ucapnya.

Andika mencontohkannya bila ada siswa yang sakit sedangkan akan memasuki pekan ulangan.

"Sekarang ga ada alasan lagi untuk tidak belajar. Kalau dulu bisa bilang karena dirawat di rumah sakit tidak bisa belajar. Sekarang sisa buka file di portal aja, nanti dengerin rekaman. Ilmu yang didapat jadi tetap sama. Ini nilai lebih kita," pungkasnya.

Pemakaian SMART Board di Sekolah

Andika memaparkan pemakaian SMART Board sudah digunakan di sekolah swasta maupun negeri.

"Produk kita paling laris SB600 dan SB800 untuk edukasi. Awalnya yang memakai sekolah internasional tapi sekarang sekolah negeri juga sudah. Bahkan di PAUD juga sudah pakai," tuturnya.

Ia mengatakan untuk saat ini tantangan bukan datang dari kostumer melainkan pemerintah.

"Tantangan kita ini kena pajak 47,5 persen. SMART Board juga kena pajak barang mewah. Harga jual kisaran US$ 2.000 - US$ 20.000. Setengahnya buat bayar pajak aja," tandas Andika.

Menurutnya, pemerintah dapat mencontoh Malaysia dalam memajukan bidang teknologi di sektor pendidikan.

"Untuk bidang pendidikan, teknologi pajaknya 0 persen di Malaysia. Ada pengecualian untuk pendidikan," kata Andika.

"Sekarang kita melihat blueprint Kemendikbud dulu. Sekarang sedang fokus infrastruktur. Setelah itu, kita baru masuk," ungkapnya kepada Beritasatu.com.

SMART Board terbaru yang diluncurkan hari ini, yakni tipe SB 4000 dan SB 6000. Berteknologi LED dengan lifetime 50.000 jam ini diharapkan dapat memberikan pengajaran multimedia yang lebih interaktif.

CLOSE