Hacktiv8 Jamin Lulusannya Langsung Kerja i

Managing Director Hacktiv8, Ronald Ishak.

Oleh: Herman / FER | Jumat, 21 April 2017 | 19:50 WIB

Jakarta - ‪Perusahaan pelatihan developer, Hacktiv8, kembali meluluskan delapan siswanya yang telah mengikuti program immersive bootcamp, sebuah kursus pemrograman selama 12 minggu. Sejak membuka pelatihan ini pada Juli 2016, Hacktiv8 telah meluluskan 29 siswa. Seluruh lulusannya juga langsung bekerja di perusahaan teknologi ternama di Indonesia.

Managing Director Hacktiv8, Ronald Ishak, memaparkan, Hacktiv8 memang memberikan jaminan setiap peserta yang lulus akan mendapatkan pekerjaan dalam waktu 120 hari dengan penghasilan minimum Rp 10 juta.

"Untuk para siswa yang sudah menyelesaikan program, kami menjamin mereka akan langsung bekerja di perusahaan teknologi di Indonesia. Kalau dalam waktu empat bulan tidak mendapatkan pekerjaan, biaya pelatihannnya akan kami kembalikan," ujar Ronald Ishak, di Jakarta, Jumat (21/4).

Komitmen berani dari Hacktiv8 ini didasarkan pada kebutuhan terhadap developer yang sangat tinggi, namun jumlahnya di Indonesia masih sangat terbatas. Hacktiv8 juga sudah menjalin kerja sama dengan sekitar 35 perusahaan teknologi ternama yang akan selalu siap meng-hire lulusan Hacktiv8, seperti MatahariMall, Tokopedia, Kudo, Go-Jek, Dimo, Urbanhire, dan masih banyak lagi.

Ronald menambahkan, kurikulum yang diajarkan kepada para peserta pelatihan juga sangat sinkron dengan kebutuhan perusahaan teknologi yang telah menjadi hiring partner. Mereka menjalani pelatihan mendalam selama 11 jam perhari, enam hari dalam satu minggu. Dengan demikian Hacktiv8 dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja sebagai developer.

Untuk biaya pelatihan yang mencapai sekitar Rp 40 juta, Hacktiv8 juga memberi kemudahan, di mana para peserta pelatihan bisa membayar setengah dari biaya tersebut ketika mereka sudah mulai bekerja. Namun proses untuk mengikuti pelatihan ini juga tidak mudah. Setiap pelamar terlebih dahulu harus mengikuti proses seleksi secara online selama enam minggu.

"Dari keseluruhan pelamar yang kami buka setiap bulan, hanya sekitar 7-8 persen yang bisa ikut pelatihan. Kami memang benar-benar ingin mencari orang yang serius, bukan sekedar ikut-ikutan tren startup, tetapi memang ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik," tutur Ronald.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT