Teknologi Enkripsi, Solusi Terbaik Pengamanan Data i

Ilustrasi Hacker

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Minggu, 23 April 2017 | 15:11 WIB

Jakarta - Enkripsi secara eksplisit dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan kunci pembuka rahasia. Teknologi ini sudah digunakan sejak lama oleh kalangan militer dan intelejen.

Saat ini, teknologi enkripsi dengan beberapa modifikasi sudah diaplikasikan untuk kepentingan umum, dalam aktivitas digital seperti merahasiakan data-data penting milik perorangan maupun perusahaan.

Hasil statistik dari Breach Level Index (BLI) membuktikan, sepanjang 2016 telah terjadi 1.378.509.261 kehilangan atau pencurian data di seluruh dunia, atau sama dengan 3.776.738 data per hari, dan 157,364 per jam.

Dari keseluruhan pelanggaran data di 2016 hanya 4 persen pembobolan data dianggap tidak berhasil karena data yang dicuri sudah terlebih dulu dienkripsi oleh perusahaan.

"Berdasarkan data BLI di atas, enkripsi menjadi salah satu solusi terbaik bagi perusahaan untuk memecahkan masalah pelanggaran keamanan data," ujar Direktur Marketing PT Prosperita Mitra Indonesia, Chrissie Maryanto, dalam siaran persnya, Minggu (23/4).

Lebih lanjut, Chrissie mengatakan, enkripsi adalah cara paling efektif untuk mengamankan data, melindungi dari serangan yang berhasil masuk ke jaringan perusahaan, serangan terhadap infrastruktur perusahaan dan usaha pencurian data.

"ESET saat ini telah dilengkapi dengan teknologi enkripsi dalam produknya yang dinamakan DESlock, yang tersedia untuk solusi proteksi data personal maupun proteksi data perusahaan," kata Chrissie, dalam siaran persnya, Mingu (23/4).

Seperti produk ESET lainnya, lanjut dia, layanan purna jual untuk DESlock juga 100 persen lokal di Indonesia. Diprediksi kebutuhan DESlock akan semakin meningkat, terutama di perusahaan karena persaingan bisnis yang makin ketat.

"Setiap perusahaan tentunya harus mengamankan data sensitif seperti data finansial, formula dan lain-lain dengan lebih serius," tambahnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT