Mengenal Empat Metode Teknologi Enkripsi i

Ilustrasi komputer

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Minggu, 23 April 2017 | 15:17 WIB

Jakarta - Enkripsi secara eksplisit dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan kunci pembuka rahasia. Teknologi ini sudah digunakan sejak lama oleh kalangan militer dan intelejen.

Saat ini, teknologi enkripsi dengan beberapa modifikasi sudah diaplikasikan untuk kepentingan umum, dalam aktivitas digital seperti merahasiakan data-data penting milik perorangan maupun perusahaan.

Direktur Marketing PT Prosperita Mitra Indonesia, Chrissie Maryanto, mengatakan, enkripsi adalah cara paling efektif untuk mengamankan data, melindungi dari serangan yang berhasil masuk ke jaringan perusahaan, serangan terhadap infrastruktur perusahaan dan usaha pencurian data.

"Setiap perusahaan tentunya harus mengamankan data sensitif seperti data finansial, formula dan lain-lain dengan lebih serius," ujar Chrissie, dalam siaran persnya, Minggu (23/4).

Lebih spesifik, kata Chrissie, enkripsi terbagi ke dalam beberapa metode. Kalangan pengguna dapat memilih metode tertentu sesuai dengan kebutuhannya.

Enkripsi File

Fitur ini menginkripsi satu-persatu file sesuai kebutuhan pengguna apabila ingin melindungi file tertentu saja yang dianggap penting atau rahasia.

"Metode ini biasanya dimanfaatkan untuk mengamankan file yang akan ditransfer melalui email, CD/DVD, kartu memori dan sejenisnya," kata Chrissie.

Enkripsi Folder

Berfungsi mengenkripsi folder termasuk sub folder. Setiap file baru atau folder yang dibuat dalam folder tersebut akan ikut dienkripsi.

"Jika melakukan drag and drop sebuah file atau folder kedalam folder yang sudah dienkripsi maka otomatis akan terenkripsi tapi apabila drag and drop file atau folder keluar akan langsung didekripsi," jelas Chrissie.

Apabila pengguna login, lanjut dia, file dalam folder terenkripsi akan membuka dan menyimpan seperti biasa, namun jika pengguna tidak login, file dalam folder tersebut akan tetap terenkripsi dan file tidak dapat diakses, tidak dapat dikenali atau file akan terbuka namun akan menampilkan data dalam keadaan dienkripsi.

"Fitur seperti ini memiliki kemampuan menyembunyikan semua folder terenkripsi saat tidak login sehingga tidak terlihat," tambahnya.

Enkripsi Full Disk

Dengan full disk encryption seluruh kapasitas hard drive komputer akan dienkripsi, mencakup sistem, program dan semua data yang tersimpan di dalamnya. Setelah proses awal mengenkripsi hard drive telah selesai, pengguna perlu login ketika komputer pertama kali dinyalakan, ini disebut sebagai otentikasi pra-boot, menggunakan kata sandi (password).

"Setelah login, komputer akan beroperasi seperti biasa dengan semua data dan program yang tersedia. Namun, komputer tidak dapat diakses tanpa password login," kata Chrissie.

Oleh karena itu, lanjut dia, full disk encryption memberikan perlindungan terbaik dari data yang tersimpan pada perangkat portabel, yang meskipun dicuri tidak mungkin dapat diakses tanpa mengetahui password yang benar.

"Walaupun hard disk telah dihapus dan digunakan untuk komputer lain, isi disk akan masih tetap terenkripsi dan benar-benar tidak dapat diakses," tambahnya.

Shredder

Tahukah Anda menghapus data/file dengan cara menekan tombol delete tidak menjamin data terhapus/hilang sepenuhnya. Walau data tersebut dihapus melalui fitur recycle bin sekalipun.

"Data yang telah dihapus tersebut tetap dapat dipanggil/dimunculkan kembali dengan menggunakan software tertentu," jelas Chrissie.

Shredder adalah fitur yang mampu memusnahkan data secara total sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh siapa pun.

"Shredder bukanlah fitur untuk mengenkripsi, namun fitur pemusnah data ini biasanya menjadi satu kesatuan di dalam aplikasi enkripsi," jelasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT