Ransomware WannaCry atau Wanna Decryptor

Serangan WannaCry Turun, Waspadai Ransomware Lain

Ransomware WannaCry atau Wanna Decryptor (Istimewa)

Jakarta - Pre Sales Specialist Kaspersky Lab, Jemmy Handinata memaparkan, meskipun saat ini serangan ransomware WannaCry sudah mulai menurun, bukan berarti serangan ransomware sudah berhenti. Pasalnya program jahat atau malware tersebut memiliki banyak jenis dengan karakteristik yang berbeda dalam menjalankan aksinya.

"Kalau kita lihat dari kemarin, Ransomware WannaCry yang aktif sudah semakin menurun. Tapi kita harus tetap waspada, karena ke depannya pasti akan muncul serangan-serangan lain dari ransomware jenis lain yang mungkin lebih canggih," kata Jemmy Handinata, di Jakarta, Jumat (19/5).

Meskipun memiliki banyak jenis, Jemmy mengatakan jenis-jenis ransomware punya tujuan yang sama dalam melancarkan aksinya, yakni meminta uang tebusan dari data yang disanderanya.

"Kaspersky merekomendasikan agar para korban tidak memberikan uang tebusan kepada pelaku. Sebab ketika kita bayar, itu artinya kita memberikan mereka supply uang, supaya mereka terus kerja lagi. Ibaratnya kita memberikan gaji ke mereka untuk melakukan serangan lagi di kemudian hari," ujar Jemmy.

Siapa saja memang bisa menjadi korban penjahat siber, termasuk pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Karenanya, meskipun telah rutin melakukan update sistem operasi yang digunakan untuk menambal celah-celah keamanan, menurut Jemmy membentengi perangkat yang berisi data-data penting dengan AntiVirus menjadi hal yang penting.

Untuk membantu para pelaku UKM agar tetap terlindungi dari beragam ancaman siber, Kaspersky Lab juga baru saja merilis solusi Kaspersky Small Office Security (KSOS). Jemmy menerangkan, melalui solusi tersebut nantinya para pelaku UKM dengan jumlah karyawan di bawah 25 orang bisa mendapatkan solusi dari Kaspersky seperti yang didapatkan korporat besar.

"Kaspersky Small Office Security memiliki level perlindungan yang sama dengan segmen enterprise. Solusinya bisa melindungi PC, Laptop, perangkat mobile hingga File Server. Dari segi harga juga lebih murah ketimbang membeli layanan Kaspersky secara retail," tuturnya.



Herman/YUD

BeritaSatu.com