Waspada, Anak-anak Mudah Temukan Konten Dewasa di Internet

ilustrasi Internet (berita satu)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Selasa, 27 Juni 2017 | 20:52 WIB

Jakarta - Internet adalah alat pendidikan yang bagus bagi anak-anak, yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mereka. Namun, dunia online juga memiliki sisi gelap. Menjadi tanggung-jawab orangtua untuk melindungi anak dari bahaya online.

Survei yang dilakukan oleh Net Aware belum lama ini mengungkap potensi risiko yang dihadapi oleh anak-anak dalam hal konten berbahaya yang mereka konsumsi saat berselancar di internet.

Temuan ini, bertentangan secara langsung dengan pandangan orangtua, yang menilai situs internet berisiko rendah. Ketidakcocokkan ini masih bisa diperdebatkan dari fakta bahwa anak-anak juga diketahui tidak menceritakan atau melaporkan materi tidak pantas yang mereka temui pada sebagian besar situs-situs yang mereka kunjungi.

Selain itu, sekitar 78 persen anak-anak mengaku bergabung dengan situs media sosial sebelum mencapai usia minimum, pada gilirannya membuat mereka lebih rentan terhadap kandungan berbahaya dan kondisi ini di luar sepengetahuan orang tua mereka.

Director Marketing PT Prosperita - Eset Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, begitu mudahnya anak-anak mengakses konten dewasa di internet.

"Sudah sepatutnya anak-anak mendapat perlindungan dan perhatian lebih dari orang dewasa, khususnya orangtua. Semakin mudahnya akses internet harus diimbangi dengan penggunaan teknologi yang tepat, sehingga orang tua dapat tenang karena anak tidak akan lagi mampu mengakses situs dengan konten dewasa," kata Chrissie.

Anak-anak, lanjut dia, sering menganggap internet adalah entitas magis yang mampu menjawab segala macam pertanyaan bahkan pertanyaan yang yang tidak jelas sekalipun.

"Namun, apa yang tidak mereka ketahui adalah virus, privasi online, phishing, etika media sosial, masalah keamanan internet dan yang mengkhawatirkan adalah konten-konten dewasa," kata Chrissie.

Untuk membuat mereka terhindar segala macam bahaya internet, lanjut dia, kalangan orang tua berkewajiban menginfomasikan anak-anak tentang perlunya proteksi diri dari bahaya internet.

"Tentu saja, hal itu memiliki banyak tantangan untuk mewujudkannya," pungkasnya.

 




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT