Grab Paparkan Kecurangan Mitra Pengemudi

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia mengutarakan tanggapan sehubungan dengan aksi unjuk rasa mitra pengemudi GrabCar di Jakarta, Kamis (6/7). (Dok. Grab Indonesia)

Oleh: Herman / FER | Kamis, 6 Juli 2017 | 16:40 WIB

Jakarta - Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menyampaikan, prioritas utama Grab dalam menjalankan bisnisnya adalah mengutamakan keselamatan dan kualitas layanan.

Karenanya, Grab menerapkan penegakan disiplin secara ketat melalui kode etik pengemudi, di mana seluruh pengemudi Grab wajib menaati seluruh ketentuan yang tercantum dalam kode etik tersebut.

Apabila melanggar, Grab tidak akan segan untuk menindak tegas pengemudi yang melakukan pelanggaran, termasuk memberikan sanksi berupa pemberhentian sementara maupun pemutusan kemitraan.

Pernyataan ini disampaikan Ridzki menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekitar 200 orang pengemudi GrabCar pada 4 Juli 2017 lalu di depan kantor Grab Indonesia yang berlokasi di Maspion Plaza, Pademangan, Jakarta Utara.

Aksi serupa sebelumnya juga telah dilakukan pada 27 Juni 2017. Para pengemudi GrabCar tersebut protes karena tiba-tiba diberhentikan sementara atau akunnya sebagai mitra Grab dinonaktifkan (suspend).‬

"Mitra pengemudi GrabCar yang diberhentikan sementara ini telah melakukan perbuatan curang yang melanggar kode etik mitra pengemudi Grab. Perbuatannya ini telah merugikan penumpang yang dilayani dan juga merugikan pengemudi lainnya," tutur Ridzki Kramadibrata, di kantor Grab Indonesia, di gedung Lippo Kuningan, Jakarta, Kamis (6/7).

Beberapa tindak kecurangan yang dilakukan para pengemudi tersebut seperti mengabaikan order dari penumpang, menggunakan fake GPS atau sering disebut tuyul, hingga membuat order fiktif.

"Mereka menggunakan alat-alat yang tidak diperbolehkan seperti Fake GPS, order fiktif, atau mengabaikan orderan. Ini hal yang sangat merugikan untuk penumpang dan juga mitra pengemudi lainnya yang sudah berbuat jujur," ujar Ridzki.

Pada 10 Juli mendatang, manajemen Grab bersama perwakilan mitra pengemudi GrabCar yang melakukan unjuk rasa dijadwalkan akan kembali melakukan rapat mediasi. Ini merupakan pertemuan lanjutan dari mediasi pertama yang sudah dilakukan pada 3 Juli lalu yang difasilitasi oleh Intelkam Polda Metro Jaya.

 




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT