Lintasarta dan LPIK ITB Gelar Appcelerate 2017

Lintasarta bersama LPIK ITB menggelar Appcelerate, yaitu ajang creative application development competition dengan fokus utama produk berbasis aplikasi digital yang bernilai bisnis dan inovasi. (Istimewa)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Sabtu, 29 Juli 2017 | 20:21 WIB

Bandung - Lintasarta bersama Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan-ITB (LPIK-ITB) menggelar Appcelerate 2017, yaitu ajang creative application development competition dengan fokus utama produk berbasis aplikasi digital yang bernilai bisnis dan inovasi.

Presiden direktur Lintasarta, Arya Damar, mengatakan, setelah melalui proses screening proposal dan pitching di depan para mentor dari Lintasarta dan LPIK ITB pada pertengahan Juli 2017, sebanyak 10 tim terbaik akan mendapatkan bantuan pendanaan awal sebesar Rp 300.000.000.

"Dana tersebut diberikan untuk mengembangkan ide dan purwarupa menjadi sebuah produk akhir yang siap untuk dipasarkan," ujar Arya dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (29/7).

Selain mendapatkan pendanaan, lanjut Arya Damar, sepuluh tim tersebut akan mengikuti program inkubasi yang melibatkan para mentor dari Lintasarta dan LPIK-ITB. Program inkubasi ini, akan berlangsung pada Agustus - Oktober 2017, dilanjutkan dengan presentasi final rencana bisnis masing-masing tim yang akan dilaksanakan pada penghujung tahun 2017.

"Tiga tim terbaik berkesempatan untuk memenangkan dana dengan total ratusan juta rupiah yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut," kata Arya Damar.

Kegiatan ini, lanjut Arya Damar, merupakan kali kedua diadakannya Appcelerate, realisasi dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Lintasarta yang diselenggarakan dengan menggandeng LPIK ITB, sebuah lembaga yang bertujuan untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan.

Berikut, sepuluh tim yang akan mengikuti program inkubasi dari Lintasarta dan LPIK-ITB.

1. Artivity, aplikasi media sosial yang memungkinkan pengguna melihat dan membuat obyek digital dalam lingkungan nyata menggunakan teknologi Augmented Reality (AR).

2. Cityplan, aplikasi yang menjembatani kebutuhan masyarakat, developer, pengusaha dan lainnya untuk mendapatkan informasi aturan legal dari lahan yang ingin diinvestasikan.

3. Diverentia, sistem geoinformasi 3 dimensi yang mengintegrasi perancangan kota.

4. EDUCATIV, sebuah aplikasi pembelajaran daring yang berfungsi sebagai platform untuk mempertemukan lembaga bimbingan belajar dan pengajar lepas.

5. Financial Wisdom, aplikasi manajemen finansial dan portofolio personal yang didasarkan pada Artificial Intellegence (AI).

6. Kargo-in, aplikasi freight forwarder yang menggunakan manusia dan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dalam industri logistik.

7. Leunca Studio, aplikasi yang menjembatani komunikasi antara desainer atau arsitek dengan klien, untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dalam proses desain.

8. Lnpoint, aplikasi yang menghubungkan para life-long learners melalui platform media sosial untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam kelas yang diatur sendiri.

9. ReadyDok, patient engagement app yang diciptakan untuk membantu dokter menjaga dan memastikan kepuasan pelanggan atas pelayanan klinik.

10. Titik Jual, aplikasi yang membantu para pemilik bisnis untuk memonitor transaksi harian dan memberikan rangkuman dari bisnis mereka.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT