GTN Raih Sertifikasi PCI DSS 3.2

DRUPS di "data Center" PT Graha Teknologi Nusantara (GTN). (Istimewa)

Oleh: Emanuel Kure / HA | Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:21 WIB

Jakarta - PT Graha Teknologi Nusantara (GTN), anak usaha PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), yang merupakan penyedia data center di Indonesia, mengumumkan keberhasilannya meraih sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) versi 3.2.

Keberhasilan meraih sertifikasi ini sekaligus membuktikan keseriusan GTN untuk menggarap sektor Fintech (financial technology) yang dipersyaratkan harus PCI compliant.

Presiden Direktur PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) Wahyudi Chandra mengatakan, keberhasilan meraih sertifikasi PCI DSS 3.2 ini membuktikan bahwa GTN mampu meningkatkan kualitas kemanannya ke level global yang diakui internasional. Sertifikasi ini juga turut mendukung kepatuhan pelanggan terhadap peraturan dari Bank Indonesia dan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), sehingga memenuhi standar keamanan data dalam industri kartu pembayaran atau PCI compliant.

“Sebuah perusahaan dikatakan PCI compliant, jika perusahaan tersebut menyimpan, memproses, dan mentransmisikan informasi kartu dengan memenuhi standar PCI DSS. Sertifikasi yang diraih GTN menjadi pilihan yang tepat bagi pelanggan untuk pemenuhan standarisasi tersebut, sehingga mampu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” kata Wahyudi di Jakarta, Kamis (12/10).

Menurut Wahyudi, kebutuhan data center di Indonesia akan terus meningkat, seiring dengan perkembangan era digital. Hal itu ditandai dengan kehadiran beberapa customer perbankan GTN, yang sudah menjadikan GTN sebagai co-location maupun untuk keperluan hosting web menggunakan GTN.

“Kita memiliki beberapa customer perbankan. Mereka pada umumnya memerlukan data center untuk berbagai kebutuhan. Nah, dengan memanfaatkan provider data center, mereka (Perbankan) bisa lebih fokus ke core bisnisnya. Hal ini juga menunjukkan kebutuhan data center di Indonesia terus meningkat. Tidak hanya dari sektor perbankan, berbagai sektor lain juga sudah memanfaatkan data center kita,” ujar Wahyudi.

Wahyudi menambahkan, bisnis data center adalah bisnis kepercayaan. Kualifikasi terkait kemanan dan berbagai standarisasi lainnya adalah mutlak harus dipenuhi penyedia data center. Hal inilah menjadi alasan bagi GTN untuk memperoleh sertfikasi dari PCI DSS 3.2.

“Bisnis data center adalah bisnis kepercayaan. Oleh karena itu, data center harus punya standarisasi tertentu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggannya. Kehadiran GTN bisa memberikan solusi itu, termasuk solusi end to end bagi pelanggan,” ungkap Wahyudi.

Sementara, Direktur GTN Miko Yanuar mengungkapkan, PCI DSS merupakan sertifikasi standar kemanan informasi yang berlaku global dan wajib dimiliki semua organisasi yang menangani atau terkait dengan proses transaksi kartu kredit, kartu debit, kartu ATM dan e-money.

“GTN Data Center serius dengan pengelolaan keamanan dan selalu menjalankan seluruh tindakan pencegahan agar data pembayaran dari pemegang kartu tetap aman, sehingga pelanggan GTN Data Center yang beroperasi di ruang lingkup finansial seperti Bank, Payment Gateway, e-Commerce, Merchant, Call Center, ATM, EDC, dan Mobile POS Service Provider dapat berfokus ke pengembangan bisnis utamanya,” tutur Miko.

Miko menjelaskan, dengan diraihnya sertifikasi PCI DSS ini menunjukkan, kualitas sistem keamanan GTN Data Center telah teruji dan telah siap menangani pelanggan di sektor fintech. Apalagi di era digital saat ini dimana transaksi dengan kartu kredit, kartu debit atau e-money makin meningkat.

“Tentunya potensi yang membahayakan keamanan transaksi juga makin besar sehingga pengelolaannya tentu harus ditangani secara profesional. Demi terjaganya kualitas yang telah diraih, kami akan terus memastikan agar seluruh proses kerja dari pengamanan data transaksi kartu selalu di-update, dimonitor dan diperbaharui setiap tahunnya,” tambah Miko.

Lebih jauh, AVP ControlCase Rukman Suriawarsita selaku pihak yang memberikan sertifikasi menjelaskan, PCI DSS menyediakan dasar persyaratan teknis dan operasional yang dirancang untuk melindungi data sensitif pemegang kartu agar terhindar dari risiko pencurian identitas, pembobolan kartu, serta meningkatkan standar keamanan dan kredibilitas di lingkungan pelaku usaha, serta terhindar dari potensi kerugian akibat pencurian data nasabah atau pelanggannya.

“Di Indonesia, hanya beberapa data center saja yang telah bersertifikasi PCI DSS, dan GTN Data Center adalah salah satunya. Artinya, GTN Data Center telah siap mendukung proses bisnis dan proses aplikasi para pelaku usaha dengan layanan yang terjamin kualitas keamanannya, baik dari sisi data center maupun infrastruktur pelaku bisnis yang mengacu pada standar internasional,” jelas Rukman.

Sertifikat PCI DSS ini melengkapi sejumlah sertifikat jaminan kualitas layanan GTN Data Center yang telah didapat sebelumnya yaitu ANSI/TIA-942:2014 Rated 3 dari Enterprise Product Integration Pte. Ltd. (EPI) pada November 2016 lalu, serta ISO 9001:2015 untuk Sistim Manajemen Mutu dan ISO 27001:2013 untuk Sistim Manajemen Keamanan Informasi dari British Standards Institution (BSI) pada Mei 2017 lalu.

PCI DSS digagas oleh lima lembaga keuangan yaitu American Express, Visa Inc., MasterCard, Discover Financial Service, dan JCB International. ControlCase sebagai lembaga yang mengeluarkan sertifikasi ini memiliki klien di berbagai negara yang mayoritas dari sektor perbankan, dimana tingkat kerumitannya lebih tinggi dibandingkan pelanggan di sektor lain seperti Payment Gateway, Merchant, dan Data Center.

Data Center Handal
GTN Data Center telah menerapkan standar kualitas Jepang yang didukung penuh oleh Mitsui serta memanfaatkan perangkat keamanan terkini, telah mengoperasikan layanan Co-location Services, Integration Services, IT Consultancy Services dan Data Center Managed Services bagi sektor finansial, pemerintahan, pendidikan, manufaktur, dan telekomunikasi.

Keunggulan GTN Data Center yang memanfaatkan dua sumber listrik yang kesemuanya aktif dari Cikarang Listrindo dengan dua gardu terpisah untuk menjamin pasokan listrik yang stabil, serta penggunaan DRUPS (Diesel Rotary Uninterruptible Power Supply) untuk meminimalisir gangguan suplai listrik ke data center dari sumber listrik utama, menjadi salah satu pertimbangan pelanggan dalam memilih layanan GTN Data Center.

Dengan mengalihkan pengelolaan data center ke GTN Data Center, tentunya memungkinkan para pelaku bisnis dapat semakin fokus dalam pengembangan bisnis utamanya. GTN juga menawarkan kunjungan eksklusif bagi calon pelanggan yang ingin mengetahui lebih dalam layanan dan fasilitas dari GTN Data Center.

GTN Data Center terletak di kawasan Lippo Cikarang, Jawa Barat. Lokasi ini dinilai sangat strategis, karena berada sekitar 35 Km dari pusat kota Jakarta, 52 meter di atas permukaan laut, serta lebih dari 20 KM dari garis pantai.

“Lokasinya sangat strategis, karena meminimalisir risiko banjir dan tsunami. Kami selalu berkomitmen untuk memberikan layanan yang makismal kepada pelanggan sesuai dengan standar yang telah diakui secara internasional,” pungkas Miko.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT