Nilai Belanja Konsumen di Google Play Terus Meningkat

Nilai Belanja Konsumen di Google Play Terus Meningkat
Google Play. ( Foto: Google )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:16 WIB

Jakarta - App Annie, perusahaan data dan wawasan aplikasi seluler merilis laporan terbaru tentang "Data di Balik 10 Tahun Google Play". Laporan tersebut mencatat sejumlah pertumbuhan dan perkembangan pasar Google Play yang terus berlanjut di berbagai belahan dunia.

"Laporan ini memberikan wawasan tentang faktor pendorong utama secara geografis dan industri, aplikasi Google teratas sepanjang masa, area pertumbuhan baru, serta angka unduhan dan pendapatan yang dihasilkan," kata Direktur Regional App Anie, Jaede Tan, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (18/10).

Jaede Tan mengatakan, lebih banyak aplikasi yang menghasilkan pendapatan dengan nilai jutaan dolar. Selain itu, pendapatan Google Play mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dalam kurun waktu 2015 hingga 2017, terhitung pendapatannya mencapai US$ 27 miliar atau jauh melampaui pertumbuhan unduhan dalam rentang waktu yang sama.

"Secara dramatis, Google Play telah meningkatkan porsinya dalam pembelanjaan di seluruh dunia dari 14 persen pada tahun 2012 menjadi 34 persen pada tahun 2017. Akun Google Play diunduh sebanyak 70 persen di seluruh dunia, dan telah merilis hampir 10 juta aplikasi," jelasnya.

"Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak 1.697 aplikasi berhasil menghasilkan lebih dari US$ 1 juta dalam pembelanjaan konsumen setiap tahunnya," tambahnya.

Sementara itu, rata-rata pengguna Android di Indonesia melakukan instalasi sebanyak 62 aplikasi dan aktif menggunakan 33 aplikasi dalam sebulan. Fakta ini membuat Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 11 negara yang dipilih dalam survei tersebut.

Adapun negara yang menduduki puncak survei adalah Australia dengan 103 aplikasi terpasang dan 39 digunakan secara aktif dalam sebulan.

Pada periode Januari 2012 hingga Agustus 2018. Indonesia menempati peringkat kelima dengan 14,6 juta unduhan, tidak jauh dari Rusia di posisi keempat dengan 15,9 juta unduhan. Sementara, di posisi teratas adalah India dengan 36,9 juta unduhan.

Pertumbuhan Gim di Asia Pasifik

Akun dari kawasan Asia Pasifik mendominasi 39 persen unduhan di seluruh dunia, dan 51 persen pembelanjaan di Google Play. Berkaitan dengan hal tersebut, akun aplikasi gim mencapai 38 persen unduhan di wilayah Asia Pasifik, namun mencapai lebih dari 90 persen dari semua pembelanjaan.

Adapun peringkat negara dengan pembelanjaan dalam aplikasi gim terbesar adalah Jepang, Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, Jerman, dan Taiwan.

"Kebetulan, fakta ini mirip dengan peringkat yang didasarkan pada negara-negara yang paling banyak berinvestasi dalam eSports," kata Jaede Tan.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE