Kardinal Jorge Mario Bergoglio, Uskup Agung Buenos Aires, Argentina, terpilih sebagai Paus baru.

Jakarta - Nama yang dipilih seorang Paus saat memimpin gereja-gereja Katolik sedunia akan menjadi keputusan pertamanya, sekaligus menjadi petunjuk mengenai caranya memimpin.

Paus emeritus Benediktus XVI yang mengundurkan diri dari kursi kepemimpinan gereja Katolik mengatakan, ia mengambil nama tersebut sebagai penghormatan terhadap Benediktus XV, yang memimpin gereja dari tahun 1914-1922, pemimpin gereja semasa penuh gejolak di era Perang Dunia I.

Nama Benediktus juga terkait dengan Santo Benediktus dari Norcia, yang mengkonstitusikan titik fundamental referensi untuk penyatuan Eropa dan akar Kristen yang kental di budaya serta masyarakat Eropa. Dengan dua sosok itulah Paus Benediktus XVI mengaitkan dirinya, berharap bisa mendorong dan memberi energi baru bagi keimanan di Eropa.

Dalam beberapa penulisan berita, paus baru pengganti Paus emeritus Benediktus XVI itu dikatakan/dituliskan bernama Francis I, namun dikutip dari LA Times, ia akan dikenal dengan Paus Francis, tanpa lambang angka Romawi di belakang namanya.

"Ia akan menjadi Francis I setelah ada Francis II," kata Juru Bicara Vatikan Rev. Federico Lombardi, dikutip dari kantor berita Associated Press, Kamis (14/3).

Belum diketahui secara pasti alasan Jorge Mario Bergoglio memilih nama Francis. Namun, ada 2 kemungkinan yang diperkirakan menjadi alasan, yakni atas nama Santo Francis dari Asisi atau dari seorang misionaris Jesuit, Santo Francis Xavier (Fransiskus Xaverius).

Santo Francis dari Asisi adalah salah satu tokoh gereja asal Italia yang dikenal memegang teguh dan mengikuti jalan hidup Kristus. Sementara Santo Francis Xavier adalah seorang Jesuit --sama seperti paus baru.

Santo Francis Xavier dilahirkan 7 April 1506 di Spanyol, ia menjadi salah satu misionaris pertama yang membangun tradisi untuk pergi ke berbagai penjuru dunia untuk menyebarkan ajaran agamanya sekaligus memberikan pelayanan, demikian dikatakan Lombardi, dikutip dari NBC.

Santo Francis Xavier menghabiskan 3 tahun di India untuk mengajarkan agama, lalu ke Jepang, China, dan beberapa pulau terpencil lain. Ia meninggal di tahun 1552, di pesisir China, namun dikuburkan di Goa, India, di sebuah gereja yang dulunya dimiliki kaum Jesuit.

Bila Paus Francis memang mengambil namanya dari Francis Xavier, menurut Lombardi, kemungkinannya cukup besar. Sehari sebelum pemilihan Paus Francis adalah hari terakhir dari Doa Novena, yakni doa 9 hari menuju peringatan Francis Xavier di 1622.

"Ia baru saja menyelesaikan Doa Novena kemarin, mungkin dari sanalah ia memilih nama itu," kata Lombardi, dikutip dari NBC.

Paus terakhir yang menggunakan nama pertama dan tak mengikut nama paus-paus yang pernah ada adalah John Paul I (1978), meski namanya ini merupakan gabungan dua nama santo terkenal, Yohanes (John) dan Paulus (Paul).

Penulis: /NAD

Sumber:NBC, LA Times