Ilustrasi Sosis Bakar.

London - Belum selesai skandal DNA daging kuda di Eropa teratasi, kini ada temuan yang mengejutkan lagi bahwa DNA babi ditemukan dalam sosis ayam berlabel halal.

Hasil uji coba yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan adanya DNA babi yang ditemukan dalam makanan yang disajikan kantin salah satu sekolah dasar di Westminster, Inggris.

Hal lain yang juga mengagetkan adalah adanya temuan DNA domba dan babi dalam produk daging sapi giling yang disajikan di gedung Dewan Kota Westminster.

Dewan Kota setempat langsung bergerak cepat dan memastikan bahwa dua kandungan tersebut harus ditarik dari menu yang disajikan di semua sekolah.

Selain itu, Dewan Westminster juga menginstruksikan kontraktor yang menyuplai daging untuk sementara menghentikan operasionalnya hingga masalah tersebut diselesaikan.

Sekolah yang diketahui terkena imbas DNA babi dalam menu makanannya adalah sekolah St Mary's Bryanston Square yang berlokasi di wilayah barat London.

Temuan itu mencuat setelah otoritas Westminster secara proaktif melakukan uji coba untuk mengetahui apakah ada makanan yang ikut terkontaminasi setelah meluasnya skandal daging kuda.

Dewan Westminster mengatakan pihaknya mengambil tujuh sampel dari tiga sekolah pada 25 Februari lalu.

Tes tersebut menganalisa DNA yang terdapat pada daging sapi, domba, babi, ayam, kalkun, dan kambing.

Walau semuanya menunjukkan hasil negatif adanya DNA kuda. Namun, laporan awal menunjukkan adanya DNA babi pada sosis ayam berlabel halal di sekolah dasar di Westminster.

Sosis halal merupakan salah satu menu yang terdapat pada 15 sekolah dasar, dua tempat penitipan anak, dua sekolah khusus di Westminster. Sementara daging sapi giling merupakan bahan yang disajikan dalam menu di 18 sekolah.

Pihak otoritas setempat mengatakan telah melakukan penyelidikan untuk mencaritahu dari mana asal kontaminasi tersebut.

"Kami sangat prihatin atas penemuan ini bahwa penyuplai daging telah gagal memenuhi tuntutan standar kami yang tinggi," kata direktur pelayanan anak-anak Dewan Kota Westminster, Andrew Christie.

Menurutnya, produsen dan pemasok makanan harus bertanggungjawab untuk memastikan bahwa makanan yang mereka buat sesuai dengan apa yang mereka jual.

Bulan lalu, Kementerian Kehakiman Inggris juga dikejutkan dengan ditemukannya DNA babi di dalam makanan berlabel halal yang dikonsumsi para narapidana.

Penulis: Febriamy Hutapea/FEB

Sumber:Daily Mail