Vatikan - Vatikan menyiapkan upacara pengukuhan Paus Fransiskus yang akan dihadiri para kepala negara, bangsawan Eropa, serta pemimpin negara dan agama dari seluruh dunia. Lebih dari 1,5 juta orang diperkirakan akan memadati lapangan Santo Petrus dan jalan-jalan di Vatikan.

Misa untuk mengukuhkan Kardinal Jorge Bergoglio dari Argentina sebagai Paus Fransiskus yang memimpin 1,2 miliar umat Katolik Roma, berlangsung, Selasa (19/3). Upacara tersebut merupakan era baru bagi Gereja Katolik Roma.

Pada Selasa (19/3), umat Katolik juga merayakan pesta Santo Yusuf, ayah Yesus. Bersamaan dengan itu juga diperingati Hari Ayah di Italia. Paus Fransiskus akan memberikan khotbah dalam bahasa Italia.

Sejumlah kepala negara telah datang untuk menghadiri pengukuhan Paus Fransiskus. Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner merupakan kepala negara pertama yang bertemu dengan Paus Fransiskus, Senin (18/3). Kirchner telah mengirim surat ucapan selamat kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Buenos Aires, atas peran barunya.

Dalam pertemuan itu, Kirchner meminta Paus ikut berperan dalam menyelesaikan sengketa Kepulauan Falkland (Malvinas) dengan Inggris, dan membantu kedua negara untuk berdialog.

“Saya meminta Paus campur tangan untuk menghindari masalah-masalah yang dapat muncul dari militerisasi Inggris di selatan Atlantik,” kata Kirchner kepada wartawan setelah pertemuan 15 menit dengan Paus Fransiskus.

Ketika menjabat Uskup Agung Buenos Aires, Fransiskus kerap bentrok dengan Kirchner terkait isu-isu sosial. Fransiskus tidak setuju dengan kebijakan pemerintahan Argentina terkait pernikahan sesama jenis dan distribusi bebas alat kontrasepsi. Akan tetapi pertemuan Kirchner dan Fransiskus menandakan Fransiskus ingin meninggalkan masa lalu.

Di masa lalu, Paus Fransiskus pernah menyatakan dukungan bahwa Kepulauan Malvinas milik Argentina. Pekan lalu, Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan bahwa dia “secara hormat” tidak setuju dengan pandangan yang diungkapkan oleh Paus Fransiskus di masa lalu, yang mengatakan bahwa Malvinas telah direbut oleh Inggris.

Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan memimpin delegasi Gedung Putih. Presiden Zimbabwe Robert Mugabe juga telah tiba di Vatikan, meski kedatangannya mendapat kritikan tajam terkait pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya. 

Penulis: D-11/AB

Sumber:AFP/BBC/Suara Pembaruan