Ilustrasi rudal Korea Utara.

Amerika Serikat - Badan Intelijen Amerika Serikat (DIA) mengatakan bahwa Korea Utara memiliki senjata nuklir yang ukurannya cukup kecil sehingga bisa ditembakkan dengan peluru kendali.

Dalam sebuah laporan rahasia bulan lalu DIA mengatakan pihaknya hanya “agak yakin” mengenai keberadaan senjata nuklir tersebut namun menganggap kemampuan Korea menembakkan rudal sangat rendah.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan temuan DIA tersebut bukan merupakan konsensus dalam komunitas intelijen AS.

Pejabat yang menolak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa Korea Utara memiliki dua program berbeda, program nuklir dan program peluru kendali. Namun Korea Utara dianggap belum bisa menyatukan kedua program tersebut.

Laporan DIA tersebut terungkap dalam sebuah dengar pendapat di Komite Angkatan Bersenjata.

Juru bicara Pentagon, George Little, meragukan laporan DIA. Dia mengatakan bahwa Korea Utara belum memiliki kekuatan penuh seperti yang dinyatakan dalam temuan DIA.

“AS akan terus mengawasi dengan ketat program nuklir Korut dan mendesak negara tersebut mematuhi kewajiban internasionalnya,” ujarnya.

Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper, dan sekretaris negara John Kerry juga mengatakan bahwa laporan DIA tidak dapat dipercaya sepenuhnya.

“Kami tidak bekerja berdasarkan asumsi,” ujar Kerry di Seoul, Korea Selatan.

DIA adalah badan intelijen yang sejak perang Irak mejadi dikenal tidak kompeten karena suka dengan sengaja membesar-besarkan fakta intelijen. DIA adalah lembaga intelijen yang mengatakan bahwa Irak menyimpan senjata pemusnah massal.

Pada era perang teluk, Presiden AS pada masa itu, George W. Bush, diduga dengan sengaja membocorkan laporan-laporan yang mendukung mengenai keberadaan senjata pemusnah massal kepada jurnalis-jurnalis tertentu, sementara laporan yang menyatakan sebaliknya dihiraukan.

Penulis: Faisal Maliki Baskoro/FMB

Sumber:Bloomberg