Enam terduga pelaku pemerkosaan perempuan Swiss digiring polisi India.

Seorang menteri senior pemerintahan India pada Selasa (23/4), mengatakan bahwa kebiadaban pemerkosaan yang terjadi di India akhir ini menunjukkan bahwa ada “sesuatu yang mengerikan” yang sedang terjadi pada masyarakat di India.

Protes yang telah berlangsung di New Delhi sejak pekan lalu muncul ketika seorang gadis berusia lima tahun diperkosa berulang kali selama dua hari setelah ia diculik dari rumahnya di daerah miskin-menengah.

Serangan tersebut kembali menyulut kemarahan setelah sebelumnya gelombang protes berkobar pada Desember dipicu oleh pemerkosaan geng di sebuah bis kota yang menewaskan seorang mahasiswi.

Dalam sebuah wawancara dengan jaringan NDTV, Menteri Luar Negeri (Menlu) Salman Khurshid mengatakan bahwa pihak berwenang perlu untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh para pengunjuk rasa daripada berkonfrontasi dengan mereka.

“Kita perlu membawa protes tersebut sebagai bagian dari komitmen demokrasi kita. Kita tidak bisa marah hanya karena seseorang melalukan protes. Kita harus peka terhadap kemarahan rakyat,” ujar Khurshid, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri hukum negara

“Ada sesuatu yang mengerikan terjadi di masyarakat kita. Ini perlu dianalisis, perlu dipelajari dan perlu diungkapkan,” tambahnya.

Komentar-komentar Khurshoid ini menyusul pidato Perdana Menteri Manmohan Singh pada pekan lalu di mana ia menyerukan upaya kolektif untuk “membasmi kerusakan semacam ini dari masyarakat kita”.

Korban yang berusia lima tahun itu pun kini sudah mulai pulih di rumah sakit setelah ia menjalani operasi pada cedera parah yang dideritanya selama siksaan yang dialaminya.

Dua orang pria pun telah ditahan atas dugaan pemerkosaan dan penculikan.

Penulis: PYA/FMB

Sumber:AFP