Wali Kota Calgary (Kanada), Naheed Nenshi, berpose bersama Brittany Hermawan.

Calgary - Namanya Brittany Hermawan, pelajar Grade 7 (kira-kira setara kelas I SMP) di Calgary. Dia bukan sembarang pelajar. Siswi yang dari namanya jelas-jelas berasal dari --atau punya darah-- Indonesia ini, adalah "Wali Kota" sehari di Calgary, Kanada.

Kesempatan langka "menjadi pejabat" itu didapatkan Brittany sebagai pemenang dari kontes tahunan "(Menjadi) Wali Kota Sehari" yang diadakan di Calgary. "Jabatan" untuk periode 2013 itu pun dijalaninya pada Kamis (25/4) waktu setempat lalu, bersama Wali Kota Calgary, Naheed Nenshi.

"Saya merasa sangat, sangat, sangat senang menyerahkan semua tanggung jawab saya kepadanya (Brittany) hari ini," ungkap Nenshi di hadapan wartawan, Kamis (25/4), sebagaimana dikutip situs MetroNews.

"Dia akan menandatangani sejumlah dokumen surat utang, mengesahkan sejumlah peraturan, serta melegalkan beberapa (rencana) pengembangan bangunan di Calgary," sambung Nenshi dalam kesempatan itu.

Tentu saja, mendengar hal itu, Brittany yang berdiri di sampingnya, hanya bisa terdiam dengan wajah sedikit bingung.

"Tidak (begitu)?" ucap Nenshi pulsa, sambil melirik pada sang anak. "Oke, mungkin tidak," lanjutnya, sambil mengisyaratkan bahwa dirinya hanya bercanda.

Nyatanya, baik pihak kantor Wali Kota Calgary, maupun Nenshi sendiri, mengakui jika sang "wali kota" muda punya pemikiran bagus sekali dalam masalah aktivitas remaja. Nenshi dan Brittany misalnya, hari itu sempat berdiskusi panjang soal bagaimana caranya membuat remaja bisa lebih aktif dalam kegiatan luar ruangan.

Hal itu memang merupakan bagian dari tiga pemikiran utama Brittany, yang sebelumnya telah dituliskannya dalam sebuah esai yang membuatnya memenangkan kesempatan menjadi "wali kota sehari" tersebut. Tiga pemikiran utama yang menurutnya bisa membantu membuat Calgary jadi lebih baik.

Dua hal lainnya yang disampaikan oleh Brittany adalah mendorong komunitas warga untuk banyak melakukan pekerjaan/aksi sosial, serta upaya meningkatkan kepedulian warga terhadap masalah-masalah kesehatan mental di kota itu.

"Esai Britany itu benar-benar luar biasa," komentar Nenshi. "Ketiga hal yang disampaikannya itu benar-benar sampai dan mengusik pikiran saya," sambungnya.

Sementara itu, Brittany sendiri tak banyak berkomentar sejauh ini, termasuk ketika ditanya bagaimana perasaannya setelah menjalani aktivitas sehari sebagai wali kota. "Rasanya menarik," katanya singkat.

"Rasanya lumayan sibuk, dan penuh dengan (agenda) rapat serta berbicara dengan sejumah orang berbeda," komentarnya pula.

Penulis: Arsito Hidayatullah

Sumber:Metronews.ca