Kampanye ajakan menjalani pemilihan umum di Malaysia.

Putrajaya - Pemilihan umum awal akan digelar bagi aparat keamanan, yakni personel militer dan polisi Malaysia beserta pasangan mereka. Selasa (30/4), sebanyak 272.387 personel pasukan keamanan akan memberikan suara di 544 tempat pemungutan suara (TPS). Para pemilih awal termasuk 161.251 personel militer dan pasangannya, serta 111.136 aparat kepolisian dan pasukan operasi umum bersama pasangannya.

Sabtu (27/4), sekitar 200 tentara, termasuk Kepala Angkatan Bersenjata, di daerah terpencil Felda Sahabat telah lebih dulu memberikan pos suara masing-masing. Mereka adalah sebagian dari 2.280 pasukan militer yang ditempatkan di Felda Sahabat pada 5 Maret lalu, untuk mempertahankan negara bagian Sabah dari penyusup milisi Sultan Sulu Filipina. Sebanyak 1.220 tentara lainnya memberikan suara di Semporna, Sandakan, Tawau dan Lahad Datu.

Sekretaris Komisi Pemilihan Umum, Datuk Kamaruddin Mohamed Baria mengatakan, mayoritas TPS terletak di markas polisi negara bagian dan distrik, serta kamp-kamp militer.

Para pemilih awal akan mendapat tinta tanda telah memilih dengan warna yang berbeda dengan tinta pemilu nasional 5 Mei nanti. Tinta pemilih awal pun lebih tahan lama, bertahan selama seminggu.

Kamaruddin menambahkan, pemungutan suara awal akan dilakukan menurut pemilu umumnya di bawah pengawasan pejabat Komisi Pemilu dan saksi dari para kandidat calon legislatif yang bertarung dalam pemilu. Dia mengatakan, pengamat lokal dari 17 organisasi non pemerintah ditunjuk oleh komisi.

“Mereka bisa masuk ke tempat pemungutan suara dengan izin dari polisi dan angkatan bersenjata. Ini menunjukkan kami transparan dalam menyelenggarakan pemungutan suara awal,” katanya.

Kamaruddin menjelaskan surat pemilihan suara tidak akan langsung dihitung, melainkan disimpan di tempat terkunci di kantor polisi atau kantor komisi hingga pemilu 5 Mei. Hasil pemungutan suara awal akan diketahui pada jam enam sore, pada hari yang sama.

Suara Pembaruan

Penulis: D-11/NAD

Sumber:Suara Pembaruan