Ilustrasi jurnalis/wartawan.

New York - Komite Perlindungan Jurnalis telah menyoroti Nigeria dan Brazil sebagai negara yang melakukan pelanggaran terburuk terhadap wartawan. Hal tersebut ditunjukkan dengan gagalnya membawa pelaku kekerasan terhadap wartawan ke pengadilan.

Koran The New York menerbitkan daftar negara pelanggaran hak terhadap media tahunan yang masih menempatkan Irak di nomor satu.

Irak menjadi tempat yang sangat "mematikan" bagi wartawan sejak invasi Amerika pada tahun 2003, meski saat ini terjadi angka penurunan dari pembunuhan terhadap wartawan.

Tercatata, lebih dari 90 pembunuhan warawan yang masih belum terpecahkan selama sepuluh tahun terakhir. Pemerintah setempat sedang bekerja keras untuk memecahkan kasus per kasus.

Negara lainnya yang masih masuk dalam peringkat berbahaya bagi wartawan adalah Afghanistan, Kolombia, Meksiko, dan Sri Lanka.

"Meski Kolombia telah sukses memecahkan sejumlah kasus pembunuhan, namun Afghanistan, Sri Lanka, dan Meksiko gagal total untuk membawa kasus pembunuhan wartawan ke meja hijau," ujar staf dari Komite Perlindungan Wartawan tersebut.

Di Nigeria, sejak tahun 2009, lima orang wartawan terbunuh di saat mereka sedang menjalankan tugas. Sehingga Komisi tersebut menyatakan Nigeria sebagai salah satu negara yang berbahaya untuk profesi warawan.

Berikut peringkat negara yang berbahaya bagi profesi wartawan"

1. Irak
2. Somalia
3. Pilipina
4. Sri Lanka
5. Kolumbia
6. Afganistan
7. Meksiko
8. Pakistan
9. Rusia
10. Brazil
11. Nigeria
12. India

Penulis: Teddy Kurniawan

Sumber:News.com.au