Indeks harga saham industri Dow Jones menembus 15.000 poin untuk pertama kalinya dalam sejarah, 3 Mei 2013, seperti dalam breaking news Fox TV.

New York - Setelah beberapa pekan sinyal perekonomian Amerika Serikat serba bertentangan, pengumuman adanya peningkatan lapangan kerja yang signifikan membuat Wall Street berpesta, Jumat (3/5) sore waktu setempat atau Sabtu dinihari WIB.

Pasar bursa mengalami lonjakan, para pialang memakai topi pesta dan gelombang pembelian mendorong tiga indeks utama mencapai milestone baru.

“Terjadi euforia hari ini,” kata Stephen Carl, kepala pedagang saham di The Williams Capital Group. "Itu saja yang bisa anda katakan."

Indeks harga saham industri Dow Jones untuk pertama kalinya menembus 15.000 poin, sebelum akhirnya sedikit turun lagi. Indeks Standard & Poor's ditutup di atas 1.600, juga untuk pertama kalinya.

Pada penutupan, indeks Dow Jones naik 142,38 poin ke 14.973,96, atau naik 1%. Indeks S&P 500 melonjak 16,83 poin, atau 1%, ke 1.614,42 poin.

Semua ini terjadi berkat berita tak terduga adanya tambahan 165.000 lapangan kerja baru pada April, dan meningkat lebih banyak lagi pada Februari dan Maret di luar perkiraan semula.

Tingkat pengangguran juga turun ke angka terendah dalam empat tahun terakhir, yaitu 7,5%.

Di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE), para pialang saham mengenakan topi bisbol dengan border tulisan "Dow 15,000."

Delapan dari 10 kelompok industri di indeks S&P 500 meningkat. Saham yang naik dan turun berbanding 3:1 di NYSE.

U.S. Steel, General Electric dan Dow Chemical berada di antara perusahaan-perusahaan besar yang mengalami peningkatan harga saham. Perusahaan jasa, produk konsumen dan lain-lain ikut meningkat karena investor lebih berani mengambil risiko.

Indeks harga saham gabungan di Nasdaq meningkat 38,01 poin ke 3.378,63 poin, atau naik 1,1%.

"Kami telah menembus batas psikologis dan itu akan makin menyemangati investor," kata Darrell Cronk, pejabat di Wells Fargo Private Bank.

Selama satu bulan lebih, para investor disuguhi data perekonomian global yang mencemaskan. Pertama adalah anjloknya penjualan ritel bulan Maret, lalu laporan-laporan perusahaan manufaktur yang kurang mengesankan, ditambah perlambatan ekonomi China.

Para investor juga was-was dengan meningkatnya pajak Jaminan Sosial dan pengurangan belanja pemerintah mulai awal tahun ini yang diperkirakan akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi AS.

Dengan adanya fakta peningkatan jumlah lapangan kerja yang diumumkan Jumat, investor mulai sadar bahwa sektor swasta ternyata cukup kuat menyangga berbagai masalah itu.

Dalam laporannya, pemerintah AS merevisi estimasi semula, dan lapangan kerja dinyatakan meningkat sampai 332.000 pada Februari dan 138.000 pada Maret. Rata-rata dari November 2012 sampai April 2013, terjadi peningkatan lapangan kerja 208.000 per bulan, jauh di atas rata-rata 138.000 pekerjaan per bulan, periode enam bulan sebelum itu.

"Lapangan kerja adalah kuncinya," kata Randall Warren dari Warren Financial Service di Exton, Pennsylvania.

"Setiap orang mencemasi hal-hal seperti kebijakan fiskal, atau belanja pemerintah yang tidak punya uang. Jika anda ingin membalikkan situasi, anda harus bisa membuat orang-orang itu meninggalkan sofa mereka."

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:The Associated Press