Ilustrasi kebocoran cairan otak.

Phoenix - Selama lebih dari satu setengah tahun lamanya, Joe Nagy, seorang warga negara bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), harus menderita akibat hidungnya yang hampir selalu dilelehi ingus.

Sebagaimana dijelaskannya kepada saluran televisi Fox 10, Nagy mengatakan bahwa awalnya lendir itu hanya mengganggunya satu atau dua kali sepekan. "Namun tak berapa lama berubah menjadi hampir sepanjang waktu," ujarnya.

Kondisi Nagy pun segera berkembang makin parah, hingga ia akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan medis. "Saya sampai pada titik di mana saya harus menggunakan tisu sepanjang waktu," ungkapnya lagi, seperti diktutip Gawker, Senin (6/5) waktu setempat.

Saat itulah, setelah memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter, Nagy akhirnya mendapatkan kesimpulan yang sekaligus menjadi mimpi buruk itu. Yaitu bahwa ternyata otaknya mengalami kebocoran - dan cairan dari situlah yang selama ini mengalir melalui hidungnya.

"Terus terang saja, saya merasa takut luar biasa (mendengarnya)," tutur Nagy.

Menurut ahli bedah syaraf dari Barrow Neurological Institute, Peter Nakaji, tubuh manusia rata-rata memang memproduksi hingga 12 ounce (sekitar 340 gram) cairan otak dalam sehari. Ia pun menegaskan bahwa kebocoran bisa saja terjadi.

Menurut Dr. Nakaji, penyebab yang lazim bagi kebocoran cairan otak adalah cedera kepala, atau juga komplikasi terkait bedah otak atau kepala (dulunya).

"Ini adalah salah satu dari kondisi lazim yang bisa tak teramati untuk waktu yang lama... karena hampir semua orang bisa mengalami hidung yang beringus," ujarnya.

Kendati penanganan untuk masalah ini tergolong rutin baginya, Dr. Nakaji mengaku tidak bisa langsung melakukan operasi terhadap Nagy. Penyebabnya adalah ternyata Nagy tiba-tiba mengalami (infeksi) meningitis yang nyaris fatal.

Namun untungnya kemudian, infeksi meningitis itu berhasil disembuhkan, hingga Nakaji pun bisa memperbaiki masalah bocornya cairan otak Nagy. Di mana dalam observasinya, ditemukan bahwa memang ada lubang kecil di membran yang menyelimuti otak lelaki itu.

Kabar baik. Operasi itu pun berjalan sukses, dan Nagy kini sudah tak perlu lagi bermasalah dengan ingusnya.

Penulis: Arsito Hidayatullah

Sumber:Gawker