Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

Jakarta - Aksi bakar-bakaran di KJRI Jeddah disebabkan akibat tidak tertibnya tenaga kerja Indonesia (TKI) dalam mengurus dokumen. TKI yang hendak mengurus dokumen terlampau banyak sehingga menimbulkan percikan-percikan emosi hingga akhirnya terjadi insiden bakar-bakaran. 

Hal itu dikemukakan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6). "Ya, sebetulnya karena terlampau banyak yang antre kemudian terjadi kerusuhan," kata Muhaimin.

Diungkapkan, sejak lima hari lalu pihaknya mengirimkan Dirjen beserta staf untuk memperkuat penanganan dan pelayanan dokumen yang disediakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Muhaimin membantah jika telah terjadi aksi protes besar-besaran yang berbuntut pada pembakaran di Kantor KJRI Jeddah. "Itu hanya plastik yang dibakar, dilebih-lebihkan saja," ungkap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Dia menambahkan, pemerintah tidak berencana akan memulangkan TKI yang dinyatakan overstay oleh Kerajaan Arab Saudi.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/NAD

Sumber:Suara Pembaruan