Ilustrasi ular jenis Aspic Viper.

Berlin - Seorang pakar ular berkebangsaan Jerman, tewas usai digigit beberapa kali oleh seekor viper (ular berbisa yang khas). Ironisnya, dia digigit oleh ular mematikan itu saat menjalani sebuah presentasi yang bertujuan membantu orang-orang menghilangkan ketakutannya terhadap ular.

Dieter Zorn, nama pakar berusia 53 tahun itu, dilaporkan tewas karena gagal jantung pada Selasa (18/6) malam waktu setempat, hanya beberapa menit setelah terkena gigitan ular viper jenis Aspic tersebut. Sebagaimana dilaporkan surat kabar Jerman, The Local, Zorn saat itu sedang berada di kawasan selatan Prancis, tampil dalam acara "Reptile Show" yang mengajarkan orang bagaimana mengatasi ketakutan terhadap ular.

Kepada The Local pula, co-host dalam acara itu, Uschi Kallus melaporkan bahwa Zorn tewas lantaran "reaksi alergik yang luar biasa langka" terhadap gigitan ular tersebut, meski sudah diberikan obat ke dalam darahnya oleh petugas medis darurat. Dikatakan Kallus pula, Zorn jelas tak akan mau orang menyalahkan ular tersebut atas kematiannya, serta menyebut kejadian itu sebuah "insiden yang benar-benar tak biasa".

Dijelaskan pula bahwa dalam acaranya itu, Zorn biasanya mendorong audiens untuk berani memegang ular, untuk dapat mengatasi ketakutan berlebihan mereka terhadap reptil tersebut. Dilaporkan pula oleh surat kabar Prancis, Midi Libre, saat itu hadirin acara yang "dipenuhi orang-orang yang ingin tahu, harus nyaris melihatnya tewas di panggung".

Seperti diketahui, viper adalah golongan ular berbisa dengan beragam jenis tersebar di hampir seluruh permukaan bumi. Sehari-harinya, bisanya tergolong efektif dalam berburu mangsa, dengan kemampuan untuk merusak jaringan syaraf mangsa, jantung, pernapasan, hingga aliran darah dan jaringan tubuh lain. Viper Aspic sendiri diketahui banyak ditemukan di Prancis, Swiss, Spanyol dan Italia.

 

Penulis: Arsito Hidayatullah

Sumber:Huffington Post